“Kami percaya bahwa kenangan terbaik dalam hidup sering lahir dari momen-momen sederhana yang dijalani bersama keluarga. Joyland hadir untuk menghadirkan momen tersebut, menjadi tempat di mana anak-anak dapat bermain dengan gembira, orang tua dapat menikmati kebersamaan, dan keluarga pulang membawa cerita yang akan dikenang sepanjang masa,” ungkap Hengky.
Ia menambahkan bahwa Joyland tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memiliki komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi daerah tempat perusahaan beroperasi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjadi bagian penting dari ekosistem usaha di sekitar kawasan wisata. Kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang baru bagi pedagang makanan dan minuman, usaha kreatif, hingga berbagai sektor jasa yang melibatkan masyarakat setempat.
“Kami ingin keberadaan Joyland memberikan manfaat yang luas. Ketika destinasi wisata berkembang, UMKM lokal juga harus ikut bertumbuh. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi agar pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang tercipta dari meningkatnya aktivitas wisata dan rekreasi keluarga,” jelas Hengky.
Dampak ekonomi dari hadirnya Joyland diyakini akan menciptakan efek berganda yang mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil, terbukanya peluang kerja baru, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi di sektor pendukung lainnya.
Bagi masyarakat Bone, Joyland bukan sekadar wahana permainan. Kehadirannya menjadi simbol optimisme bahwa pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di satu sisi menghadirkan ruang rekreasi yang sehat dan menyenangkan, di sisi lain membuka peluang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, Joyland Wahana Keluarga di Bone diharapkan menjadi destinasi yang tidak hanya menghadirkan keseruan dan kebahagiaan, tetapi juga menginspirasi pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga serta membangun ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, melainkan juga dari kebahagiaan masyarakatnya dan kesempatan yang terbuka bagi setiap warga untuk tumbuh dan sejahtera bersama. (*Rz)
