LGI Makassar Bentuk Kepengurusan PAC Bontoala, Perkuat Struktur hingga Akar Rumput

Ramzy 416 Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Laskar Garuda Indonesia Bersatu (LGIB) Kota Makassar terus memperkuat struktur organisasinya dengan membentuk jajaran pengurus tingkat kecamatan (PAC). Kali ini, pembentukan dilakukan di Kecamatan Bontoala pada Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh calon pengurus PAC Kecamatan Bontoala, jajaran kepengurusan tingkat kecamatan, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LGIB, Muh Mukram.

Dalam sambutannya, Mukram menegaskan pentingnya menjunjung tinggi kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dalam berorganisasi. Ia juga mengingatkan agar seluruh pengurus yang baru dibentuk mampu menjaga marwah organisasi dan hadir sebagai solusi atas persoalan masyarakat.

“Sebagai anggota organisasi masyarakat, kita harus mengutamakan kepentingan bersama. Saya berharap jajaran pengurus PAC Bontoala yang terbentuk malam ini mampu menjaga marwah ormas dan peduli terhadap kesulitan masyarakat, khususnya di wilayah Bontoala,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis dalam memastikan roda organisasi berjalan sesuai aturan serta mendukung visi besar organisasi di tingkat lokal.

“Pembentukan ini adalah langkah strategis agar struktur organisasi di tingkat kecamatan dapat berjalan efektif, terarah, dan mampu menguatkan peran LGI di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Rudi yang terpilih sebagai Ketua PAC Bontoala mengaku bersyukur dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan positif.

“Ini adalah kehormatan bagi saya. Kami menyadari ini adalah awal perjuangan, dan tentu akan ada banyak tantangan. Namun tekad kami sudah bulat untuk berkontribusi dan membesarkan nama LGI melalui tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rudi juga menekankan bahwa keberadaan organisasi masyarakat bukan untuk menunjukkan kekuatan atau menimbulkan rasa takut, melainkan untuk mengayomi dan membantu masyarakat.

“Kami tidak hadir untuk gagah-gagahan atau menakuti masyarakat. Justru sebaliknya, kami ingin mengayomi dan membantu. Melalui kegiatan sosial, kami berharap bisa mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya di Kecamatan Bontoala,” tutupnya. (And)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version