Mahasiswa Papua yang Mengkritik Mentan Amran Justru Dapat Bantuan untuk Ibunya

Ramzy
Ramzy 26 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Mendengar jawaban tersebut, Mentan Amran langsung menunjukkan empatinya. Di hadapan ribuan peserta kuliah umum, ia menawarkan bantuan pribadi untuk membantu pengobatan ibu mahasiswa tersebut.

“Ini saudara kita dari Papua Pegunungan. Tadi saya dengar ibunya sakit. Mau tidak saya bantu seadanya untuk ibu yang kau cintai? Saya kasih dari gaji menteri, nanti saya kasih Rp10 juta, kirim ke ibu ya,” kata Amran yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Amran, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi dan dunia pendidikan. Justru kritik yang konstruktif dibutuhkan untuk memperbaiki kebijakan dan memperkuat pembangunan nasional.

“Artinya ada perbedaan pemahaman, itu wajar. Itulah Indonesia. Jangan kita sensitif. Kalau mau berhasil, kita harus menerima kritik yang konstruktif. Adik kita ini sedang sekolah, sedang berproses,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amran juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada Merius dan seluruh mahasiswa yang hadir agar tidak melupakan perjuangan orang tua.

“Ingat, kalau nanti berhasil, muliakan ibumu, ibumu, ibumu. Kamu belajar keras di sini siang dan malam. Kamu adalah harapan ibumu dan bapakmu. Kamu tidak boleh kalah dan harus berhasil,” tegasnya.

Pesan tersebut disambut haru oleh peserta kuliah umum. Momen yang awalnya diawali dengan perdebatan mengenai kebijakan pertanian berubah menjadi pelajaran tentang empati, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, dan pentingnya berbakti kepada orang tua.

Bagi Mentan Amran, kritik dan perbedaan pandangan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu. Sebaliknya, dialog yang terbuka harus menjadi jembatan untuk memperkuat persatuan, membangun pemahaman, dan menghadirkan kepedulian kepada sesama anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Mentan Amran Pacu Pengembangan 800 Ribu Hektare Perkebunan Strategis
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!