Menurut dia, fenomena bunuh diri yang melibatkan kalangan muda menjadi persoalan kesehatan mental yang kini banyak terjadi, terutama pada generasi Z.
Karena itu, Universitas Hasanuddin mulai memperkuat pendekatan psikologis terhadap mahasiswa sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Unhas memiliki lembaga konseling psikologi yang akan kami perkuat. Selain itu, kami juga akan menggalakkan kampanye agar mahasiswa yang merasa memiliki beban atau menghadapi masalah tidak ragu mencari bantuan, termasuk berbicara dengan teman atau berkonsultasi kepada psikolog,” tutur Ishaq.
Dari informasi yang dihimpun pihak kampus, PTJ dikenal sebagai mahasiswi berprestasi di lingkungan Fakultas Teknik.
“Indeks Prestasi Semester korban pernah mencapai 4,0 dan itu tergolong sangat tinggi di teknik,” tandasnya. (Hdr)
