Menawar Rindu Makassar di Losari Kuliner Depok

Ramzy 438 Pembaca
3 Menit baca

Oleh : Ardhy M Basir

Rindu itu kadang datang lewat aroma. Bukan suara, bukan pula wajah, tapi bau rempah yang tiba-tiba menyeruak dan menarik ingatan pulang berpuluh tahun ke belakang. Begitulah yang dirasakan dua sahabat asal Makassar, Andi Emma Mannaungi dan Endang Sri Hartati, saat langkah mereka terhenti di sebuah rumah makan bernama Losari Kuliner di Depok, Jawa Barat.
Nama itu seperti memanggil kenangan.

Bagi Emma dan Endang, Losari bukan sekadar nama. Ia adalah potongan masa kecil, kampung, dan cerita hidup. Keduanya dulu pernah tinggal di kawasan Losari, salah satu kampung yang tak jauh dari denyut Pantai Losari Makassar. Di sanalah persahabatan mereka tumbuh—dari obrolan sore, kegiatan keluarga, hingga kisah-kisah sederhana yang kini hanya bisa diputar ulang lewat ingatan.

“Waktu lihat papan namanya Losari Kuliner, saya langsung merinding. Rasanya seperti ada yang memanggil, seperti Makassar menyapa kami di tanah rantau,” tutur Andi Emma Mannaungi sambil tersenyum haru.

Berada di alamat Jl. Ir. H. Juanda No. 9H, Depok, rumah makan ini memang menjadi oase bagi perantau asal Sulawesi Selatan. Menu yang tersaji bukan main-main—semuanya khas Makassar. Ada nasi campur, mie titi, jalangkote, barongko, pisang epe, sarakbak, Coto Makassar, hingga konro yang kuahnya kaya rempah.

Begitu pesanan datang, meja kecil mereka seolah berubah menjadi ruang nostalgia.
Aroma kuah coto yang hangat, potongan daging konro yang empuk, hingga manis legit barongko menghadirkan suasana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bukan cuma soal rasa, tapi tentang kenangan yang ikut tersaji di setiap piring.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version