Langsung ke konten
Berita

Menguatkan di Tengah Cobaan, PSMTI Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran Tallo

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan dan Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan turun langsung membantu para penyintas kebakaran di kawasan Mangarabombang, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Kehadiran PSMTI menjadi simbol bahwa di tengah musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap menguatkan dan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang dilanda cobaan.

Kolaborasi PSMTI Sulawesi Selatan dan Makassar menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak kebakaran hebat pada Jumat (31/7/2026) dini hari. Musibah tersebut menghanguskan 56 rumah dan berdampak terhadap 105 kepala keluarga (KK) atau 235 jiwa yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi penyemangat bagi para penyintas untuk kembali bangkit.

Melalui jajaran pengurusnya, PSMTI menyerahkan berbagai bantuan berupa paket sembako, minyak gosok Singa Laut, sepatu bot, serta kebutuhan penting lainnya. Penyaluran bantuan di lokasi pengungsian pada Sabtu (1/8/2026) menjadi bukti bahwa nilai kepedulian dan pengabdian kepada sesama terus menjadi bagian dari semangat pengabdian PSMTI kepada masyarakat.

Ketua Bidang Sosial PSMTI Makassar, Lily Wijaya, menegaskan bahwa PSMTI hadir bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa pesan moral bahwa masyarakat yang tertimpa musibah tidak sendiri dalam menghadapi cobaan.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Semoga seluruh korban diberikan kesehatan, ketabahan, dan kekuatan. Kami berharap bantuan yang kami salurkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujar Lily Wijaya.

Menurut Lily, kepedulian sosial merupakan nilai yang terus dijaga oleh PSMTI sebagai organisasi yang tumbuh bersama masyarakat. Kesempatan untuk berbagi di tengah musibah, katanya, merupakan bentuk rasa syukur sekaligus panggilan kemanusiaan yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kami bersyukur masih diberikan kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama. Bantuan yang kami bawa mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kehilangan mereka, tetapi kami berharap dapat menghadirkan manfaat, mengurangi beban, dan menjadi penyemangat agar para penyintas tetap optimistis menjalani hari-hari ke depan,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial.

Menurut Lily, kebersamaan berbagai organisasi sosial, relawan, dan masyarakat menjadi energi besar yang mampu membangkitkan optimisme para penyintas untuk kembali membangun kehidupan mereka.

“Kami datang sebagai satu keluarga besar. Tidak ada perbedaan ketika berbicara tentang kemanusiaan. Kehadiran PSMTI bersama berbagai yayasan sosial dan para relawan diharapkan menjadi kekuatan moral bagi warga Kelurahan Tallo untuk bangkit, membangun kembali rumah mereka, serta menatap masa depan dengan penuh harapan,” pungkasnya.

Melalui aksi kemanusiaan ini, PSMTI kembali menegaskan bahwa organisasi tidak hanya hadir sebagai wadah kebersamaan masyarakat Tionghoa, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan yang aktif menjangkau masyarakat tanpa memandang latar belakang. Semangat berbagi, kepedulian, dan persatuan yang ditunjukkan PSMTI menjadi inspirasi bahwa nilai kemanusiaan akan selalu menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan saling menguatkan di setiap situasi. (*Rz)

Artikel ini telah dibaca 0 kali