“Polisi tidak boleh hanya hadir ketika ada masalah. Kami ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui patroli dialogis ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi warga sekaligus membangun kepercayaan yang lebih kuat antara Polri dan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang cukup jauh dari pusat kota,” ujar Aipda Adil.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dengan saling menjaga, saling peduli, dan terus memperkuat kebersamaan, Insya Allah situasi kamtibmas akan tetap aman dan kondusif. Pulau Barrang Lompo harus terus menjadi lingkungan yang damai, nyaman, dan produktif bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Respons positif pun datang dari warga Pulau Barrang Lompo. Masyarakat mengaku senang dengan kehadiran polisi yang turun langsung ke lingkungan mereka untuk berdialog dan mendengarkan berbagai masukan tanpa harus menunggu adanya permasalahan terlebih dahulu.
Patroli KRYD yang dilaksanakan Polsubsektor Kepulauan Sangkarrang tersebut menjadi bukti bahwa keamanan dapat dibangun melalui pendekatan yang humanis, sederhana, dan penuh kekeluargaan. Melalui komunikasi yang baik dan kedekatan yang terjalin, polisi dan masyarakat bersama-sama menjaga Pulau Barrang Lompo tetap aman, damai, dan harmonis.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi semangat “Polri Untuk Masyarakat”, di mana kehadiran polisi tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang selalu hadir, mendengar, dan melayani masyarakat hingga ke wilayah kepulauan terluar Kota Makassar. (*)

