Merajut Kebersamaan dalam Pengabdian: PSMTI Mantapkan Langkah Menuju Imlek Nasional dan Munas 2026

Ramzy
Ramzy 277 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA - Di ruang rapat di Kantor Sekretariat PSMTI Pusat, Jakarta, Rabu (21/1/2026), suasana kebersamaan terasa kental. Para pimpinan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) berkumpul, bukan sekadar membahas agenda organisasi, tetapi juga merajut kembali semangat pengabdian yang telah mereka rawat selama hampir tiga dekade.

Rapat Pimpinan Pengurus Pusat PSMTI ini menjadi bagian penting dari konsolidasi organisasi. Dipimpin Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto, forum tersebut menjadi ajang koordinasi strategis agar seluruh program PSMTI berjalan searah dengan visi kebangsaan—hadir untuk masyarakat Indonesia, dalam keberagaman dan kebersamaan.

Salah satu fokus utama rapat adalah persiapan Perayaan Imlek Nasional 2026 yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Lapangan Banteng, Jakarta. Bagi PSMTI, Imlek Nasional bukan sekadar perayaan budaya, melainkan simbol inklusivitas dan persatuan, di mana nilai-nilai kebangsaan dirayakan bersama.

Tak hanya bicara perayaan, rapat juga mengulas program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. PSMTI merencanakan pembangunan jembatan gantung di sejumlah wilayah, sebagai wujud kontribusi nyata organisasi dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil. Program ini mencerminkan komitmen PSMTI bahwa pengabdian sosial harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

Agenda strategis lainnya adalah penetapan Musyawarah Nasional (Munas) PSMTI yang disepakati akan digelar pada 28 September 2026. Dalam forum tersebut, Peng Suyoto dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Munas, sebuah kepercayaan yang menegaskan soliditas internal organisasi.

Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, dalam arahannya menegaskan jati diri PSMTI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang telah hadir selama 28 tahun melayani masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Tionghoa.

“Kita bekerja untuk masyarakat Indonesia, khususnya juga masyarakat Tionghoa. Karena itu, saya berharap seluruh pengurus tetap semangat, bersatu, dan guyub. PSMTI adalah organisasi sosial yang mengedepankan kebersamaan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Wilianto.

Baca juga :  Hadiri Rakor KSOP, Pelindo Regional 4 Makassar Perkuat Sinergi Pengamanan Angkutan Nataru 2026

Ia menekankan bahwa keberhasilan menjalankan misi sosial tersebut hanya dapat dicapai melalui persatuan dan kekompakan seluruh pengurus. Baginya, kebersamaan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama organisasi.

Dalam kesempatan itu, Wilianto juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus pusat atas kinerja dan soliditas yang terus menunjukkan peningkatan. Ia menilai, di bawah komando Sekretaris Umum yang telah dipercaya memimpin roda organisasi, PSMTI bergerak semakin rapi dan terarah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus. Kinerja yang ditunjukkan di bawah komando Sekretaris Umum yang saya percayakan ini terlihat mengalami peningkatan yang sangat luar biasa dan berjalan dengan baik,” tuturnya.
Apresiasi tersebut disambut dengan optimisme oleh Sekretaris Umum PSMTI, Peng Suyoto. Ia menegaskan bahwa hasil rapat pimpinan ini menjadi modal penting bagi PSMTI untuk terus melangkah maju dan memperkuat perannya di tengah masyarakat.
“Hasil rapat pimpinan hari ini, seperti yang telah disampaikan Ketua Umum, menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Tentunya ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus maju dan meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.

Sebagai penegasan komitmen pengabdian, rapat pimpinan ini juga menandai langkah PSMTI dalam menjalin kerja sama strategis di bidang kesehatan, guna meningkatkan layanan dan manfaat, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga masyarakat luas.

Dari ruang rapat itu, PSMTI kembali meneguhkan perannya: merawat persatuan, menguatkan solidaritas, dan terus hadir melayani Indonesia melalui kerja-kerja nyata yang berangkat dari kebersamaan. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!