Sementara itu, Ketua IKA FTI UMI, Kolonel Kav. Dr. Ir. Amran Wahid, S.T., M.M., IPM., menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era disrupsi yang ditandai dengan percepatan perkembangan teknologi.
“Daya saing Iptek hari ini bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Kita hidup dalam era disrupsi yang menuntut adaptasi cepat, namun tetap berlandaskan nilai. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar kita dapat terus berkarya dalam kebersamaan,” tegas Amran Wahid.
Ia menambahkan, alumni FTI UMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui inovasi dan penguatan kapasitas di bidang teknologi industri.
Menurutnya, tantangan global saat ini tidak hanya berkutat pada kompetisi semata, tetapi juga bagaimana menjaga integritas, etika, dan nilai-nilai keislaman dalam setiap langkah pengembangan Iptek.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara alumni, akademisi, dan dunia industri harus terus diperkuat agar mampu melahirkan karya-karya yang relevan dan berdampak,” tambahnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat jejaring, bertukar gagasan, serta membangun komitmen bersama dalam menghadapi masa depan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dirawat, IKA FTI UMI diharapkan mampu menjadi wadah produktif yang mendorong para alumni untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam meningkatkan daya saing Iptek, baik di tingkat nasional maupun global. (Ardhy M Basir)
