Munas LPPN di Manokwari Putuskan Sulawesi Tengah Sebagai Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

Ramzy 16 Pembaca
7 Menit baca

“Kami hadir sebagai salah satu provinsi yang merindukan momentum bersejarah ini, karena kami belum pernah mengecap status sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan kami mengemban amanah sebagai penyelenggara Pesparawi Nasional XV,” pintanya tulus, yang langsung diperkuat oleh visualisasi video maklumat dukungan resmi dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

Diah, yang dalam kesehariannya juga mengomandoi Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, meluruskan bahwa ambisi ini bukan sekadar keinginan elite semata, melainkan manifestasi dari kebulatan tekad pemerintah daerah bersama masyarakat di seluruh kabupaten dan kota se-Sulteng.

Guna menepis keraguan publik terkait kapasitas eksekusi, ia membeberkan portofolio kesuksesan Sulteng dalam mengorkestrasi berbagai agenda berskala besar yang melibatkan massa dalam jumlah masif. “Kami memiliki rekam jejak empiris dalam memimpin acara nasional berkapasitas sekitar 2.000 peserta, di mana seluruh rangkaian acara mampu berjalan dengan parameter keamanan tinggi dan ketertiban yang terjaga,” jelasnya.

Bagi Sulawesi Tengah, mengelola hajatan kolosal tingkat nasional bukanlah sebuah wilayah baru yang asing. Menengok kilas balik sejarah pasca-reformasi (Juli 1998), Kota Palu selaku ibu kota provinsi terbukti sukses menjadi pusat perhimpunan aktivis mahasiswa melalui Kongres GMKI pada Oktober 1998 yang sukses menyerap ribuan partisipan dari Sabang sampai Merauke.

Sejak kesuksesan awal tersebut, deretan megaproyek acara nasional lainnya terus mengalir dan sukses diselenggarakan di Sulteng. Portofolio mentereng tersebut di antaranya mencakup Kejurnas Karate Piala Mendagri pada 2018, gelaran akbar Munas KAHMI XI pada November 2022, hingga yang paling aktual adalah kesuksesan penyelenggaraan Perayaan Paskah Nasional V pada April 2026 yang lalu.

Tidak hanya modal rekam jejak, Sulawesi Tengah menyodorkan lompatan transformasi infrastruktur yang masif, khususnya pada peningkatan kapasitas gerbang udara, laut, dan darat. Wilayah ini bahkan siap mengoperasikan bandar udara internasional baru yang dalam waktu dekat akan diresmikan, serta kapasitas akomodasi yang jauh lebih superior, yakni menembus angka 3.300 unit kamar hotel dan penginapan komersial.

Lebih jauh, Diah menggarisbawahi keunggulan geopolitik Sulteng yang bertengger tepat di jantung atau poros tengah kepulauan Indonesia. Posisi strategis ini diklaim menjadi stimulus positif karena memangkas jarak tempuh dan mempermudah aksesibilitas bagi seluruh kontingen dari berbagai penjuru wilayah nusantara. “Jika kepercayaan ini diletakkan di pundak kami, Sulawesi Tengah sepenuhnya siap lahir dan batin untuk menyajikan Pesparawi Nasional XV yang tak terlupakan,” cetusnya mantap.

“Keberhasilan mengamankan status tuan rumah ini tentunya bertransformasi menjadi tantangan nyata bagi jajaran pemerintah daerah beserta panitia lokal dalam menyongsong tahun 2029. Optimalisasi infrastruktur fisik, manajemen transportasi massal, standardisasi akomodasi, serta pelayanan prima bagi para delegasi akan menjadi fokus absolut demi kesuksesan Pesparawi Nasional XV nanti,” pungkas Diah, yang langsung disambut dengan gemuruh jabat tangan dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Munas yang memadati ruangan. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version