Sementara itu, Ketua RW 013 Kelurahan Pondok Kelapa, Adnan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wali Kota Jakarta Timur yang meninjau kegiatan aksi kebersihan sekaligus memberikan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan warga.
Adnan menjelaskan, biopori jumbo yang dikembangkan di wilayahnya memiliki diameter sekitar satu meter dengan kedalaman 1,5 meter menggunakan konstruksi buis beton. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan limbah organik rumah tangga yang berasal dari sekitar 800 rumah di lingkungan RW 013.
“Biopori jumbo yang kami gagas ini berjumlah sembilan titik lokasi dengan diameter satu meter dan kedalaman 1,5 meter menggunakan buis beton. Fasilitas ini menjadi tempat penampungan limbah organik rumah tangga dari sekitar 800 rumah di lingkungan kami,” jelas Adnan.
Melalui inovasi tersebut, warga berharap pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang. Selain itu, keberadaan biopori jumbo juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan warga, sehingga target pengurangan sampah dari sumber dapat tercapai secara optimal.(AD)

