PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR -- Setiap tanggal 9 November diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar. Di tahun 2022 ini, Makassar memperingati ulang tahunnya yang ke-415, dengan tema Revovery For All.
Ada berbagai macam cara memperingati hari jadi Kota Makassar, seperti mengadakan upacara dengan memakai baju adat Bugis-Makassar, menghidangkan berbagai kue tradisional, juga menggelar perlombaan.
UPT SPF SD Negeri Borong pun turut merayakan ulang tahun Kota Makassar ini. Kegiatan yang dilakukan, yakni mengadakan upacara dan unjuk bakat siswa serta guru dipanggung aksi SD Kompleks Borong.
Ada juga beberapa siswa yang mengikuti lomba puisi yang diadakan di Mall Phinisi Point pada hari yang sama dengan tajuk FestaNoria. Lomba puisi ini bertemakan "Makassar Kota Dunia". Artinya, puisi-puisi itu juga menggambarkan dinamika hidup warga Makassar, pemandangan alam, budaya serta kulinernya.
Nabila Aafia Zahra, salah seorang siswi yang mengikuti lomba baca puisi mengatakan bahwa ini pertama kalinya dia ikut lomba baca puisi. Ada 6 siswa/siswi perwakilan SD Negeri Borong yang mengikuti lomba baca puisi ini.
"Kalau saya cuma turut meramaikan lomba ini, sekaligus mencari pengalaman buat anak saya, agar bisa meningkatkan kepercayaan dirinya nanti," Kata Astuti, ibu dari Nayla Nur Inayah Rezky, yang meskipun dalam keadaan kurang enak badan tetap setia mengantar anaknya mengikuti lomba.
Walaupun merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti lomba, tapi mereka terlihat gigih berlatih. Murid-murid SD Negeri Borong ini dibimbing oleh Rusdin Tompo, seorang penulis dan pemerhati anak.
Kegigihan mereka berlatih di sela-sela kesibukan belajar, akhirnya membuahkan hasil. Muh.Dzafran Putra Irman berhasil meraih juara 1, setelah membawakan puisi berjudul "Makassar Kotaku". Begitupun Andi Aisyah Ramadhani berhasil meraih juara 2, dengan puisinya "Paotere". Kedua puisi itu merupakan ciptaan Rusdin Tompo.
Kegembiraan tentu saja tersirat di wajah para pemenang. Bagaimana tidak, mereka mendapatkan piala, uang tunai, voucher bermain, dan tote bag. Orang tua mereka juga demikian, senang dan bangga melihat anak-anaknya tampil membaca puisi. Mereka selalu memberi dukungan kepada anak-anaknya demi pengembangan bakat dan prestasinya. (*/rk)
