Langsung ke konten
Berita

Musda Golkar Sulsel Digelar 4–5 Juli, Bahlil Dijadwalkan Hadir Buka Forum

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan, Lukman B. Kady, memastikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menetapkan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel pada 4–5 Juli 2026. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung di Claro Hotel Makassar dan akan dibuka oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Kepastian jadwal itu disampaikan Lukman usai menghadiri rapat di Gedung DPRD Sulsel, Makassar. Menurut dia, seluruh persiapan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan agenda lima tahunan tersebut.

“Insya Allah 4–5 Juli, digelar di Claro Hotel Makassar,” kata Lukman.

Lukman melanjutkan, penetapan jadwal Musda menandai dimulainya konsolidasi internal Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Forum itu menjadi agenda strategis untuk menentukan kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel sekaligus menetapkan arah kebijakan organisasi di tingkat provinsi.

Musda juga dipandang sebagai momentum memperkuat konsolidasi politik partai menjelang berbagai agenda politik nasional pada periode mendatang. Kehadiran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dinilai akan memberikan arahan strategis bagi jajaran pengurus dan kader dalam menyusun langkah politik partai di Sulawesi Selatan.

Di tengah penetapan jadwal tersebut, ia mengungkapkan, dinamika Musda turut diwarnai munculnya momentum yang berkaitan dengan terbitnya surat dari DPP Partai Golkar kepada Ilham Arief Sirajuddin. Di kalangan kader, surat itu kerap disebut sebagai “surat sakti” karena dianggap memiliki pengaruh terhadap kontestasi internal partai.

Momentum tersebut, beber Lukman, memunculkan beragam spekulasi mengenai arah dukungan menjelang pemilihan ketua DPD Partai Golkar Sulsel. Meski demikian, panitia menegaskan seluruh tahapan Musda akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi dan ketentuan partai.

Musda diharapkan menjadi ruang demokrasi internal yang sehat, terbuka, dan konstruktif bagi seluruh kader. Dengan jadwal yang telah ditetapkan, perhatian kini tertuju pada dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaan forum tersebut seiring menguatnya konsolidasi di berbagai tingkatan organisasi.

Bagi Partai Golkar Sulawesi Selatan, tambah Lukman, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat soliditas sekaligus menentukan arah perjuangan politik partai pada masa mendatang. Dari Makassar, kepemimpinan baru Golkar Sulsel akan ditentukan dengan harapan mampu menjawab tantangan politik yang semakin dinamis. (Hdr)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Tinggalkan Komentar