Ia juga berharap kehadiran anggota DPRD dapat memperkuat dukungan anggaran melalui alokasi pokok-pokok pikiran (pokir) dewan, khususnya untuk kegiatan yang dinilai mendesak bagi masyarakat desa.
Camat Tomoni Timur juga melaporkan bahwa total anggaran yang masuk ke Kecamatan Tomoni Timur pada tahun anggaran 2026 mencapai lebih dari Rp 4,1 miliar yang tersebar di tujuh desa. Namun, Desa Alam Buana menjadi satu-satunya desa yang belum memperoleh porsi anggaran.
“Kami mohon kiranya anggota dewan yang terhormat dapat mencarikan solusi atas kondisi ini,” kata Yulius.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Golkar, Wahidin Wahid, mengajak seluruh anggota DPRD daerah pemilihan IV Mangkutana Raya untuk mengalokasikan pokir masing-masing sebesar Rp 200 juta guna mendukung tambahan program pembangunan di Tomoni Timur, termasuk bagi Desa Alam Buana.
“Kalau masing-masing anggota dewan di dapil IV mengalokasikan pokir Rp 200 juta, ini sudah cukup membantu percepatan pembangunan di Tomoni Timur, khususnya desa yang belum tersentuh anggaran seperti Alam Buana,” ujar Wahidin.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar usulan masyarakat yang muncul dalam Musrenbang dapat benar-benar terakomodasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. (#)
