P2TM Tampil Memukau di Cap Go Meh Makassar, Bukti Nyata Pelestarian Budaya Nusantara

Ramzy 2.4k Pembaca
2 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Penampilan Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makassar (P2TM) pada perayaan Imlek 2577 dalam rangkaian prosesi Cap Go Meh 2026 di Kota Makassar berlangsung spektakuler dan memukau ribuan masyarakat, Sabtu (28/2/2026). Sejak awal acara, atmosfer kemeriahan terasa begitu kuat, memancarkan semangat kebersamaan dalam balutan warna-warni budaya yang menyatu harmonis di ruang publik.

Beragam atraksi budaya ditampilkan dengan penuh energi dan profesionalisme. Barongsai dan liong yang enerjik mengundang decak kagum, berpadu apik dengan kolaborasi seni bernuansa lokal dan Tionghoa yang sarat makna. Perpaduan tersebut tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga tuntunan yang merefleksikan kekayaan warisan budaya Nusantara.

Salah satu momen paling memikat perhatian adalah tarian kebaya nusantara tradisional Tionghoa yang dibawakan anggun oleh para nona P2TM. Balutan busana yang elegan dan gerak tari yang gemulai menghadirkan estetika panggung yang mempesona. Penampilan itu menjadi simbol nyata bahwa budaya dapat terus hidup, berkembang, dan beradaptasi tanpa kehilangan akar tradisinya.

Ketua Umum P2TM Indonesia, Ir. Arwan Tjahjadi, menegaskan bahwa partisipasi organisasi dalam perayaan Cap Go Meh merupakan wujud komitmen untuk melestarikan budaya Tionghoa sekaligus mempererat persaudaraan lintas etnis di Tanah Air. Ia menekankan bahwa Imlek dan Cap Go Meh bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum memperkuat harmoni dalam keberagaman bangsa.

Menurutnya, kolaborasi budaya seperti yang ditampilkan di Makassar menjadi inspirasi nasional dalam merawat toleransi dan memperkokoh persatuan. Keterlibatan generasi muda dalam setiap atraksi menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya terus diwariskan secara berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Perayaan yang meriah dan semarak ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab komunitas tertentu, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Dari Makassar, pesan inspiratif itu menggema ke tingkat nasional, bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan budaya adalah jembatan yang menyatukan Indonesia. (*Rz)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version