Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan, A. Zulfadli, yang hadir mewakili Camat Rappocini. Ia menilai langkah yang dilakukan Pomdam XIV/Hasanuddin sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan panen padi ini. Ini adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sejalan dengan program pemerintah dalam mengembangkan urban farming sebagai pondasi ketahanan pangan di tingkat wilayah,” ujar Zulfadli.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, sebagai bagian dari gerakan bersama menghadapi potensi krisis pangan global.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai dari hal kecil, memanfaatkan lahan pekarangan. Jika dilakukan secara bersama, ini akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan pangan di tingkat RT dan RW,” tambahnya.
Lebih dari sekadar produksi pangan, inisiatif ini menjadi inspirasi bahwa kawasan perkotaan pun memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian. Pemanfaatan lahan tidur menjadi sawah produktif adalah contoh nyata transformasi ruang yang visioner.
Program ini juga membuka peluang untuk pengembangan komoditas lain di masa mendatang. Dengan pengelolaan yang konsisten, lahan tersebut berpotensi menjadi pusat edukasi pertanian urban yang berkelanjutan.
Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi lintas sektor memungkinkan penguatan ketahanan pangan dari tingkat lokal hingga nasional.
Pada akhirnya, keberhasilan Pomdam XIV/Hasanuddin ini menjadi pesan kuat bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dari lahan 1,3 hektar di tengah kota, lahir harapan besar bahwa Indonesia mampu membangun kemandirian pangan dengan cara-cara inovatif, berkelanjutan, dan penuh semangat gotong royong. (*Rz)
