Langsung ke konten
Berita

Pangdam XIV/Hasanuddin: Tolak Mafia Rekrutmen, Pemimpin TNI Lahir dari Integritas

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Proses seleksi penerimaan Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 terus memasuki tahapan penting. Sebanyak 96 calon taruna dinyatakan mengikuti Sidang Parade Seleksi Integratif Tingkat Daerah (Panselinda) Makassar sebagai pintu gerbang menuju seleksi tingkat pusat.

Sidang parade yang digelar di Balai M. Yusuf, Makassar, Senin (29/6), dipimpin langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, selaku Ketua Panselinda Makassar, didampingi jajaran panitia seleksi dari unsur TNI.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan prajurit TNI diselenggarakan secara gratis, transparan, objektif, dan akuntabel, sehingga tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun mafia rekrutmen. Ia mengingatkan seluruh peserta dan keluarga agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan panitia seleksi dengan iming-iming kelulusan.

“Apabila hari ini kalian dinyatakan memenuhi syarat mengikuti seleksi di tingkat pusat, itu adalah hasil kerja keras, kemampuan, dan doa orang tua kalian, bukan karena bantuan siapa pun. Jangan pernah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan, karena itu adalah bentuk penipuan,” tegas Pangdam.

Menurutnya, keberhasilan menembus tahapan seleksi bukan ditentukan oleh koneksi ataupun imbalan kepada pihak tertentu, melainkan oleh integritas, kemampuan, disiplin, serta kesiapan setiap peserta dalam menghadapi seluruh rangkaian seleksi.

Lebih jauh, Pangdam menekankan bahwa Akademi TNI tidak hanya mencetak prajurit, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang akan mengemban amanah besar menjaga kedaulatan negara. Karena itu, karakter menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap calon taruna, selain kemampuan akademik dan fisik.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus membangun mental pantang menyerah, berani menghadapi tantangan, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap proses yang dijalani.

Sebagai bagian dari penilaian akhir di tingkat daerah, Pangdam turut menyaksikan langsung kemampuan fisik dan potensi para peserta sebelum mereka diberangkatkan mengikuti seleksi tingkat pusat.

“Kalian adalah calon-calon petarung. Ketika nanti lulus, kalian akan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap anak buah. Jangan pernah menjadi pribadi yang penakut. Apa pun hasil seleksi nantinya, kalian patut bangga karena telah berjuang hingga tahap ini,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen panitia untuk menjaga integritas seleksi sehingga TNI memperoleh calon-calon perwira terbaik yang profesional, berkarakter, berdedikasi, dan memiliki kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati lahir dari usaha yang jujur, disiplin yang konsisten, serta doa yang tidak pernah putus. Bagi para calon taruna, setiap tahapan seleksi bukan sekadar kompetisi untuk mengenakan seragam, melainkan proses pembentukan karakter sebagai pemimpin bangsa yang siap mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia. (*Rz)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Tinggalkan Komentar