Pastikan Kesehatan Hewan Qurban, Kecamatan Tomoni Timur Gelar Rakor Bersama Kades dan Imam Desa

Ramzy 166 Pembaca
4 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, TOMONI TIMUR –Dalam rangka memastikan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berjalan aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat, Kecamatan Tomoni Timur menggelar rapat koordinasi bersama kepala desa, imam desa, Ketua PHBI, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu (12/05), di Aula Kantor Camat Tomoni Timur.

Rakor dipimpin langsung oleh Camat Tomoni Timur, Yulius, dengan fokus utama memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sekaligus mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kecamatan Tomoni Timur.

Dalam arahannya, Camat Tomoni Timur menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur pemerintah desa, panitia qurban, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Idul Adha yang aman dan kondusif.

“Koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah qurban berjalan lancar, sekaligus menjamin hewan qurban yang disembelih dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi,” ujarnya.

Selain membahas pengawasan kesehatan hewan qurban, rakor juga membahas kesiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha di seluruh desa, meliputi pendataan lokasi pelaksanaan shalat, pengaturan kebersihan dan keamanan area masjid maupun lapangan, kesiapan parkir dan lalu lintas, hingga pengamanan bersama TNI, Polri, dan Satpol PP.

Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta memastikan kesiapan fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, dan kebersihan lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, drh. Gusti Made Widyantara, S.KH dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan materi sosialisasi terkait pelaksanaan qurban yang memenuhi aspek syariat, kesehatan masyarakat veteriner, dan kelestarian lingkungan.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pelaksanaan qurban modern perlu mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu syariat Islam, kesehatan masyarakat veteriner (zoonosis), dan pengelolaan lingkungan berbasis zero waste.

“Ibadah qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menjamin keamanan pangan asal hewan,” jelasnya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version