PEDOMANRAKYAT, JENEPONTO - Sejak dilepas Bupati Jeneponto di lapangan kampus, tepat hari ke tujuh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Angkatan IV Institut Turatea Indonesia (INTI) berada di Posko, mahasiswa telah mengunjungi 12 Wilayah Lingkungan se-Kelurahan Empoang, dan memahami seluk beluk permasalahan masyarakat khususnya yang terkait dengan UMKM.
Seminar Program Kerja pun digelar pada Kmis, 23 April 2026. Mengambil tema “Pemberdayaan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal”, acara berlangsung di aula Kelurahan Empoang Bontosunggu.
Seminar dihadiri Lurah, Sekertaris Lurah, Aparatur Kelurahan Empoang, tokoh masyarakat, pejabat Lingkungan dan RT, Babinkantibmas, serta sejumlah pelaku UMKM yang menjadi prospek binaan, yang mayoritas pelaku usaha sektor kuliner. Pada umumnya pelaku usaha ini masih berdagang langsung tanpa kemasan dan logo usaha. Hanya satu UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang beririsan dengan kepemilikan NPWP.
Dari pihak kampus INTI hadir Rektor yang sekaligus Penanggungjawab KKNB 2026, Prof. Dr. H. Maksud Hakim, MM., Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Fahrisal Husain, S.E., M.Si dan Hamzah Haris, S.H., M.Si., dan yang istimewa ikut membersamai dalam dokumentasi foto, Kepala BPS Kabupaten Jeneponto, Dwi Santosa Mukti, S.Stat., yang tak lama lagi akan melaksanakan hajatan berupa Sensus Ekonomi 2026.
Dalam pemaparan Proker, Koordinator KKNB kelurahan Empoang, Nurfadly Kasim, berdasarkan hasil observasi dan survei lapangan, menetapkan beberapa program kerja yang terbagi menjadi program utama yaitu pendataan penduduk dan UMKM, pemberdayaan UMKM yang terdiri dari Pembuatan NIB, Branding Produk, Digital Marketing dan literasi Keuangan. Program tambahan adalah pembenahan kebersihan, keindahan dan penghijauan yang bersifat percontohan atau best practice.
Adapun tanggapan dan pertanyaan dari peserta seminar antara lain: pertama dari pihak Lingkungan (RW) yang menanyakan Proker yang menyasar langsung ke wilayah lingkungan; kedua pertanyaan pelaku UMKM tentang perbedaan antara NIB dan P-IRT, dan ketiga, pertanyaan tentang Proker tempat sampah dan penghijauan. Tanggapan dari peserta seminar dijawab secara komprehensif bergantian oleh Korlur KKNB, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Lurah Empoang, Andika, S.Sos., M.M.
Pada akhir acara, DPL Fahrisal Husain meminta kepada seluruh hadirin peserta seminar untuk membantu terlaksananya kegiatan KKNB tersebut dengan memberikan motivasi agar program kerja yang menjadi kegiatan mahasiswa Posko Empoang bisa selesai seratus persen selama delapan minggu atau dua bulan. “Selain memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, juga untuk memberikan kontribusi nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujarnya.
Adapun para mahasiswa yang akan bertugas Posko Kelurah Empoang masing-masing adalah Nurfadly Kasim (PBSI) sebagai Koordinator, Nurul Mutia Anugrah (PBSI), Citra Eka Damayanti (PGSD), Annisa (PGSD), Lilis Karlina (PGSD), Hastri Lestariani Putriani Sahab (PGSD) sebagai Bendahara, Nurbayanti Saparuddin (PGSD) sebagai Sekretaris, Nurhayati (PGSD), Elmi Herawati (PGSD), Salsabila Fajrah (PGSD). Korlur Nurfadly adalah mahasiswa yang aktif dalam kokurikuler Kampus INTI dan sering menjadi Mitra Statistik di setiap survey yang dilaksanakan BPS Kabupaten Jeneponto. (Ardhy M. Basir)
