PEDOMANRAKYAT, PINRANG – Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Yusma Elfita mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Pinrang diperkirakan akan terjadi pada awal Juni mendatang.
Karena itu, perlu dilakukan upaya antisipasi sejak dini agar keterbatasan air pada musim kemarau mendatang dapat diatasi dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk pemanfaatan pompanisasi dan air tanah sebagai alternatif suplai air bagi lahan pertanian.
Hal ini dikatakan Yusman, saat menghadiri Sidang Komisi Irigasi Musim Tanam (MT) April-Sepetember yang digelar Pemkab Pinrang di ruang pola Kantor Bupati Pinrang, Selasa (28/4). Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Pinrang beserta unsur lainnya dalam pengelolaan air irigasi di Pinrang.
Yusma juga menyampaikan, pihaknya berencana akan melakukan rehabilitasi terhadap saluran induk yang ada, setelah kebutuhan air untuk musim tanam April–September terpenuhi. Rehabilitasi ini diantaranya perbaikan dan pengerukan kantong-kantong lumpur dan tanggul.
Bupati Irwan Hamid menyebut, pengelolaan air irigasi akan sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian dan berdampak secara langsung pada kesejahteraan masyarakat petani.
