Pramono: Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga, Biopori Jumbo Jadi Solusi Jakarta

Ramzy
Ramzy 17 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Di tingkat kota, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui berbagai fasilitas berskala besar. Pramono menyebut produksi sampah Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumber harus berjalan beriringan dengan optimalisasi fasilitas pengolahan seperti TPST Bantargebang, fasilitas pengolahan di Marunda dan Sunter, serta fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan dan Bantargebang.

“Sebagian besar sampah digunakan untuk pembangkit listrik tenaga sampah di Bantargebang, Marunda, dan Sunter. Sebagian lagi untuk RDF di Rorotan dan Bantargebang. Saat ini juga sedang dikembangkan pengolahan menjadi fuel energy di Bantargebang,” paparnya.

Pramono optimistis kombinasi antara pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan penguatan sistem pengolahan skala kota dapat menjadi solusi menyeluruh bagi persoalan sampah Jakarta.

Sementara itu, Ketua RW 014 Pondok Kelapa, Teguh Husaini, menjelaskan gerakan pemilahan sampah telah dirintis warga sejak tiga tahun lalu. Kehadiran Ingub Nomor 5 Tahun 2026 semakin memperkuat komitmen warga dalam mengelola sampah dari rumah masing-masing.

“Sebelum ada Ingub Nomor 5 Tahun 2026, kami sudah memilah sampah sejak tiga tahun lalu. Dengan adanya Ingub ini, kami lebih serius sampai membuat biopori jumbo,” ujarnya.

RW 014 yang terdiri atas enam RT dengan sekitar 1.500 jiwa tersebut mengelola sampah organik melalui biopori, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus disalurkan melalui bank sampah yang bekerja sama dengan pengepul.

Saat ini warga telah merealisasikan 130 titik Biopori Jumbo dari target awal 150 unit. Ke depan, jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 200 unit untuk mengolah sampah organik rumah tangga maupun sampah dari ruang publik seperti taman lingkungan.

Lurah Pondok Kelapa, Rasikin, menyambut baik keberhasilan program tersebut dan berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya di Kecamatan Duren Sawit.

Baca juga :  Rektor UNM: Tak Ada Alasan Meragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan

“Gerakan ini akan kami dorong untuk diterapkan di wilayah lain. Mari kita laksanakan bersama demi masa depan anak dan cucu kita agar Jakarta Timur, khususnya Kelurahan Pondok Kelapa, dapat mewujudkan target zero waste,” tuturnya. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!