PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Langkah awal perjuangan dimulai. Sebanyak 196 personel Kontingen Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) siap bertolak ke Manokwari, Provinsi Papua Barat. Mereka akan berlaga dalam ajang akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 setelah resmi dilepas oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang diwakili oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Drs. H. Jufri Rahman, M.Si.
Suasana khidmat begitu terasa dalam prosesi pelepasan yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo No.269, Makassar, Senin (15/6/2026). Dalam momen penting ini, Sekprov H. Jufri Rahman didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Kerakyatan, Dr. Since Erna Lamba, SP, MP, serta Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, S.Th.
Prosesi pelepasan para duta seni olah vokal rohani yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota ini ditandai dengan penyerahan pataka LPPD Sulsel. Sekprov Jufri Rahman menyerahkan bendera pataka tersebut kepada Pdt. Adrie Massie selaku Ketua Kontingen, yang langsung mengibarkannya dengan penuh semangat di hadapan para hadirin diiringi riuh tepuk tangan.
Melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekprov Jufri Rahman, Gubernur Sulsel menegaskan bahwa seluruh anggota kontingen yang berangkat merupakan putra-putri pilihan. Mereka adalah representasi terbaik dari Sulsel yang memiliki kualitas mumpuni untuk mengukir prestasi emas dan menjaga nama baik daerah di level nasional.
“Kalian semua adalah insan terbaik yang telah dipilih, ditempa, dan dilatih dengan komitmen tinggi. Ingatlah bahwa nama Sulawesi Selatan selalu disegani di kancah nasional berkat torehan juara di masa lalu. Jadikan rekam jejak ini sebagai pemantik semangat untuk kembali membawa pulang piala, sekaligus menjadi saksi iman yang menyejukkan,” tutur Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur juga meyakini bahwa kehadiran seluruh kontingen dari 38 provinsi di tanah Papua akan menghadirkan atmosfer positif. Lewat keharmonisan nada dan lagu rohani, perhelatan ini diharapkan mampu menggaungkan pesan perdamaian, toleransi, serta persaudaraan yang kuat antarumat beragama di Papua, yang juga harus diresapi oleh para duta Sulsel.
Menariknya, adik kandung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman ini juga menyebutkan bahwa tanah Papua sudah seperti rumah kedua bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Hubungan emosional ini terbangun karena banyaknya warga berdarah Bugis, Makassar, Mandar, hingga Toraja yang telah lama menetap, berkarier, dan membaur dengan harmonis di sana.
Sebagai bekal perjalanan, Gubernur menitipkan empat amanat krusial bagi kontingen. *Pertama, Tampilkan yang Terbaik.* Beliau meminta para peserta tampil percaya diri dan totalitas mengeksplorasi kemampuan musikalitas mereka, sebagai bentuk syukur atas talenta yang Tuhan anugerahkan demi mengharumkan nama Sulawesi Selatan.
*Kedua, Junjung Tinggi Sportivitas.* Anggota kontingen diminta menjadi petarung yang tangguh namun tetap berhati besar. Menghargai keputusan juri dan menikmati setiap proses kompetisi adalah hal utama, karena menjaga nilai-nilai sportivitas jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar kemenangan.
