RSUD Tenriawaru Bone Hadirkan Clinic Neororestoration

Rusdy 305 Pembaca
2 Menit baca

Dia mengatakan, TMS bekerja dengan memberikan stimulus gelombang elektromagnetis pada sel saraf otak agar dapat bekerja lebih baik sehingga bisa mengaktivasi sel-sel saraf yang kurang aktif.

“Frekuensi stimulus yang diberikan dapat berupa frekuensi rendah (menghambat) ataupun frekuensi tinggi untuk eksitasi (merangsang / mengaktivasi sel-sel saraf yang kurang aktif),” kata dr Wahida

Hadir dalam acara tersebut antara lain; Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Bone, Kepala Puskesmas se Kabupaten Bone, Direktur RSUD Datu Pancaitana, RS M Yasin, RS Hafsah, RS Hamuna, Ikatan Dokter Indonesia Bone, Persatuan Perawat Indonesia, dan Kepala Ruangan RS Tenriawaru Bone H Mustamin, sekaligus membaca doa. (rur)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version