Saat Guru Ikut Berlomba: Porsenijar PGRI Makassar Rayakan Sehat, Seni, dan Joyful Learning

Ramzy 355 Pembaca
3 Menit baca

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Riuh tepuk tangan menggema di Lapangan Tennis Indoor Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Minggu pagi (1/2/2026). Bukan siswa yang jadi pusat perhatian hari itu, melainkan para guru. Dengan wajah sumringah dan semangat membara, mereka berkumpul dalam satu perayaan besar: Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Kota Makassar.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wali Kota Makassar yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Irwan Adnan. Pembukaan ditandai dengan tabuhan gendang bersama Ketua BBGTK Sulsel Dr. Arman Agung, Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr. Abdi, serta Ketua PGRI Kota Makassar Dr. Pantja Nur Wahidin—sebuah simbol dimulainya pekan penuh energi, kreativitas, dan kebersamaan.

Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Guru-guru dari seluruh cabang PGRI se-Kota Makassar datang bukan hanya sebagai pendidik, tetapi sebagai atlet, seniman, sekaligus pembelajar. Selama sepekan, 1–7 Februari, mereka akan bertanding di 8 cabang olahraga, 7 cabang seni, serta satu cabang pembelajaran yang baru pertama kali dipertandingkan.

Di arena olahraga, adu strategi dan ketangkasan akan terlihat di bulutangkis, futsal, tenis meja, catur, takraw, bola voli, petanque, hingga domino eksebisi.
Sementara di panggung seni, nuansa religius, budaya, dan kreativitas berpadu lewat MTQ, melukis, ikrar guru, mendongeng, menyanyi, paduan suara, hingga tari tunggal.

Ketua PGRI Kota Makassar, Dr. Pantja Nur Wahidin, menegaskan bahwa semangat utama Porsenijar bukan sekadar kompetisi.
“PGRI hadir untuk menggembirakan. Jadi Porsenijar Kota Makassar ini hadir untuk menggembirakan,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata penerapan joyful learning—pembelajaran yang lahir dari suasana hati yang bahagia.

Pesan serupa disampaikan Irwan Adnan saat membacakan sambutan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Menurutnya, Porsenijar menjadi ruang penting agar guru tetap sehat, bukan hanya fisik, tetapi juga mental.

“Kami berharap para guru tetap bugar secara jasmani dan rohani, sehingga mampu memberikan pembelajaran terbaik bagi siswa demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Makassar,” ujarnya.

Lebih dari itu, Porsenijar disebut sebagai ajang menumbuhkan kreativitas, menyalurkan bakat, mempererat silaturahmi, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kejujuran, dan karakter unggul. Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi teladan dalam semangat berkompetisi secara sehat.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Sulsel yang mewakili Ketua PGRI Sulsel turut membakar semangat peserta. Ia berharap PGRI Kota Makassar mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum pada Porsenijar PGRI Sulsel di Sidrap mendatang.

Pembukaan kian semarak saat atraksi Barongsai dari siswa UPT SPF SDN Bulogading tampil memukau. Gerakan lincah dan warna-warni kostum menghadirkan keceriaan, seakan menegaskan bahwa dunia pendidikan memang layak dirayakan dengan suka cita.

Di Porsenijar ini, para guru menunjukkan satu pesan sederhana namun kuat: pendidik juga perlu ruang untuk bergerak, berkarya, dan bergembira. Sebab dari guru yang bahagia, lahirlah pembelajaran yang hidup. ( Ardhy M Basir )

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version