Di sisi lain, Andi Fahruddin juga memanfaatkan momentum ini untuk berbagi keluh kesah mengenai dinamika lapangan yang dihadapi timnya di sejumlah kabupaten/kota, salah satunya di Kota Palopo. Ia menyoroti maraknya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang kerap mengaku-ngaku sebagai anggota PWI untuk kepentingan tertentu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Sulsel, Suwardy Thahir, menegaskan pentingnya menjaga ekosistem komunikasi yang sehat. Ia menjelaskan bahwa di dalam tubuh PWI Sulsel terdapat dua elemen utama, yakni pimpinan media dan jurnalis, yang terus bersinergi membangun profesionalisme.
Suwardy juga menaruh harapan besar kepada lembaga penyiaran publik seperti TVRI dan RRI dalam menghadapi era digital saat ini. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, kedua media tersebut harus menjadi benteng utama dalam memerangi maraknya berita bohong (hoaks).
”Saat ini penyebaran berita hoaks kian marak dan meresahkan masyarakat. TVRI dan RRI adalah media yang memiliki kredibilitas tinggi dan teruji, sehingga diharapkan mampu menjadi filter untuk menangkal hoaks tersebut,” jelas Suwardy.
Menutup pertemuan, Suwardy berharap agar ke depannya penertiban organisasi dapat berjalan lebih ketat, sehingga tidak ada lagi oknum atau “wartawan gadungan” yang dengan mudah mencatut nama besar PWI di daerah-daerah. (Ardhy M Basir)
