PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar harus berjalan transparan, objektif, dan akuntabel guna menghasilkan figur yang berintegritas serta memiliki komitmen dalam pengelolaan zakat untuk kepentingan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Munafri saat menghadiri verifikasi faktual offline calon pimpinan Baznas Kota Makassar periode 2026-2031 di Balai Kota Makassar, Kamis (4/6/2026). Tahapan tersebut menjadi bagian penting dari proses penjaringan yang kini menyisakan 10 peserta terbaik untuk memperebutkan lima posisi pimpinan Baznas Kota Makassar.
“Kami berharap adanya seleksi Baznas ini bisa memberikan titik terang terkait tugas pokok dan perhatian kepada masyarakat Kota Makassar,” kata Munafri.
Menurut dia, Baznas memiliki peran strategis dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran.
Munafri mengatakan, selama ini banyak program yang dijalankan bersama Baznas dan manfaatnya masih dirasakan masyarakat hingga sekarang.
“Banyak pekerjaan yang selama ini dilakukan bersama dan manfaatnya masih sangat dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini,” ujarnya.
Ia menilai seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi memiliki kapasitas masing-masing. Karena itu, peserta yang nantinya belum terpilih tidak berarti tidak memiliki kualitas ataupun kemampuan untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menurut dia, pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai ruang dan cara, tidak terbatas hanya melalui jabatan struktural di Baznas.
Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar menyerahkan sepenuhnya proses seleksi kepada tim seleksi independen agar berjalan sesuai aturan dan mampu menjaring figur yang dapat menggali sekaligus mengembangkan potensi zakat di Kota Makassar.
Ia memandang Baznas bukan sekadar lembaga pengelola zakat, melainkan bagian penting dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan.
“Karena saya sangat paham, kehadiran Baznas bukan hanya sebagai lembaga, tetapi menjadi struktur penguat dalam kehidupan masyarakat yang mampu melihat kebutuhan warga dan memberikan manfaat yang besar,” tuturnya.
Munafri optimistis mekanisme seleksi berlapis akan menghasilkan pimpinan Baznas yang memiliki kapasitas, integritas, serta komitmen kuat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia berharap pimpinan Baznas yang terpilih nantinya mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan berkeadilan.
“Yang paling penting adalah memberikan yang terbaik sehingga Baznas ke depan, siapa pun yang terpilih, dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Kota Makassar yang kita cintai,” katanya.
Terkait kriteria calon pimpinan Baznas, Munafri menyebut sedikitnya terdapat tiga aspek utama yang harus dimiliki para kandidat. Pertama, memahami syariat Islam dan sistem pengelolaan zakat. Kedua, mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, memiliki sikap amanah dan integritas dalam mengelola dana zakat yang berasal dari masyarakat.
“Kita berharap seleksi ini benar-benar menghasilkan sosok pimpinan Baznas yang mampu membawa Baznas memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Munafri juga memastikan seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah Kota Makassar, kata dia, telah membentuk tim seleksi independen yang diberi kewenangan penuh menjalankan proses penjaringan dan penilaian peserta.
