Suasana semakin seru saat memasuki agenda berikutnya, yaitu pelatihan pembuatan biostimulan dari fermentasi air kelapa yang berfungsi sebagai vitamin penumbuh alami. Usai menguasai rumusnya, para ibu tani ini langsung mempraktikkan cara menanam bibit bawang merah ke dalam polybag yang diproyeksikan sebagai model percontohan di rumah mereka.
Prof. Fachirah Ulfa menambahkan, dalam sesi simulasi tersebut, Ahmad Dzaky Mubarak selaku perwakilan mahasiswa cekatan memandu emak-emak KWT mulai dari mengolah ramuan fermentasi air kelapa, meracik media tanam, hingga teknik menancapkan bibit yang benar. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi esensi dari tridarma perguruan tinggi sekaligus memberikan ruang belajar nyata di tengah masyarakat.
Berdasarkan kajian tim ahli UNHAS, memilih air kelapa sebagai biostimulan adalah terobosan cerdas yang ramah lingkungan sekaligus hemat biaya. Air kelapa yang kerap dibuang percuma terbukti kaya akan hormon pertumbuhan alami dan nutrisi esensial yang mampu mempercepat serta menyuburkan tanaman hortikultura, termasuk komoditas bawang merah.
Lewat program jangka panjang ini, para anggota KWT diharapkan tidak hanya membawa pulang ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga mampu menciptakan kawasan percontohan (demplot) tanaman bawang merah di lingkungan mereka, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya memanfaatkan bahan-bahan lokal demi ketahanan pangan mandiri.
Bukan sekadar memberi dampak instan bagi warga Desa Bontolohe, program PKM ini juga ditargetkan menelurkan berbagai output akademik dan publikasi. Di antaranya meliputi jurnal ilmiah, rilis media massa, video dokumentasi, poster edukasi, hingga cetak biru (blueprint) model pemberdayaan masyarakat berbasis biostimulan air kelapa.
“Melalui metode yang mengedepankan partisipasi aktif warga dan ditopang oleh riset ilmiah, Universitas Hasanuddin optimis program ini dapat menjadi pemantik serta contoh nyata bagaimana halaman rumah bisa diubah menjadi sumber pangan mandiri, pendongkrak ekonomi, dan pilar pembangunan desa yang berkelanjutan,” pungkasnya optimis. (*)

