Di saat yang bersamaan, langkah nyata juga ditunjukkan oleh Ketua Biro Anak PGIW Sulselra, Pdt. Anita. Ia hadir memenuhi undangan Pertemuan Kerja Sama Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Forum strategis besutan Wali Kota Makassar ini mengumpulkan berbagai elemen penting demi merumuskan formula terbaik dalam mencegah serta mengatasi kasus kekerasan pada anak.
Keikutsertaan PGIW Sulselra dalam forum tersebut menjadi bukti autentik bahwa gereja berdiri di garda depan dalam mengawal ruang tumbuh yang aman, inklusif, dan ramah anak. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret guna membentengi generasi muda dari berbagai ancaman yang merusak masa depan mereka.
Kepada awak media, Pdt. Yohanis Metris menjelaskan bahwa dua agenda besar yang berjalan simultan ini adalah bukti sahih dari manifestasi visi PGIW Sulselra. Gereja berkomitmen untuk terus merajut harmoni dengan seluruh elemen bangsa, baik dalam aspek penguatan mental-spiritual maupun dalam aksi nyata melindungi masa depan generasi penerus.
“Eksistensi gereja tidak boleh terbatas di dalam dinding rumah ibadah saja. Kita harus melebur di tengah-tengah masyarakat, merajut kolaborasi nyata demi tegaknya keadilan, kedamaian, serta kesejahteraan kita bersama,” pungkasnya optimis. (*)
