Stadion Turatea: Dari Sunyi Puluhan Tahun, Menuju Babak Baru Kebanggaan Jeneponto

Ramzy 461 Pembaca
5 Menit baca

Kebanggaan yang Pernah Hilang

Bagi warga Jeneponto, stadion bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol identitas daerah. Tempat anak-anak bermimpi menjadi pemain profesional. Ruang bagi komunitas menyalurkan hobi. Arena kecil yang pernah menghidupkan euforia setiap kali ada turnamen desa.

Selama bertahun-tahun, stadion itu seakan “tertinggal”. Dan ketika kabar revitalisasi diumumkan, banyak warga merasakan sesuatu yang jarang muncul: rasa diakui.

“Baru kali ini pemerintah betul-betul menyentuh fasilitas olahraga,” ujar seorang pemuda lokal yang sering berlatih bola di sana. “Rasanya seperti mimpi.”

Pemimpin Baru dan Rentetan Perubahan

Revitalisasi stadion hanyalah salah satu dari sederet program yang mulai terlihat sejak Paris Yasir dan Islam Iskandar dilantik.

Beberapa di antaranya:

Penambahan unit mobil pemadam kebakaran dari 4 menjadi 6 unit

Perbaikan berbagai jaringan irigasi hingga petani kembali bisa panen dua kali setahun

Pengaspalan jalan rusak di sejumlah titik strategis

Bantuan alat pertukangan, perbengkelan, bantuan UMKM

Bantuan dana masjid dan puluhan rumah layak huni bagi warga kurang mampu

Di tengah deretan program itu, Stadion Turatea tetap menjadi sorotan karena nilainya bersinggungan langsung dengan kebanggaan publik.

Stadion itu bukan sekadar renovasi fisik—tapi juga upaya mengembalikan martabat ruang publik yang sudah lama hilang.

Harapan Baru Tumbuh

Jika kelak revitalisasi selesai, anak-anak di Binamu tidak lagi berlari di lapangan berpasir. Komunitas olahraga akan punya rumah baru. Dan Stadion Mini Turatea akan kembali seperti dulu—atau lebih baik: sebuah ruang yang tidak hanya menampung pertandingan, tetapi juga menyimpan cerita dan harapan generasi baru Jeneponto.

Setelah puluhan tahun, akhirnya stadion itu tidak lagi menunggu. Ia sedang bangkit, pelan tapi pasti, menjelma menjadi landmark baru Butta Turatea. ( ab )

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version