PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemajuan bersama menjadi fondasi penting dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan Anggota Senat sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr. Wahyudin, S.Pd., M.Pd., saat memberikan pandangannya mengenai arah kepemimpinan dan masa depan fakultas.
Menurut Wahyudin, jabatan bukanlah simbol kekuasaan maupun kebanggaan semata, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pelayanan. Ia menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menghadirkan perubahan positif, membangun kualitas sumber daya manusia, serta menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik.
“Martabat kepemimpinan harus senantiasa dijaga. Pemimpin yang baik tidak hanya mengelola organisasi, tetapi juga menumbuhkan harapan, membangun kepercayaan, dan menginspirasi seluruh elemen untuk bergerak menuju tujuan yang lebih besar,” ujar Wahyudin usai prosesi pelantikan Dekan FIKK UNM periode 2026-2030, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, kepemimpinan yang kuat lahir dari kemampuan menghormati diri sendiri, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, produktif, dan berorientasi pada prestasi.
Lebih lanjut, Wahyudin mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjunjung tinggi etika akademik, memperkuat budaya saling menghormati, serta mengedepankan kompetisi yang sehat dan konstruktif. Baginya, kemajuan institusi tidak akan tercapai tanpa adanya kebersamaan, kolaborasi, dan semangat untuk saling mendukung.
[caption id="attachment_100112" align="alignnone" width="300"]
“Kita semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, yang dibutuhkan bukanlah saling menjatuhkan, melainkan saling melengkapi. Setiap potensi yang dimiliki harus menjadi kekuatan bersama untuk membawa institusi semakin maju dan berprestasi,” katanya.
Mantan aktivis Pers Mahasiswa era reformasi tersebut juga menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keadilan, keterbukaan, dan keberpihakan pada kepentingan bersama.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan persaingan global. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan mampu menggerakkan seluruh potensi yang ada untuk menghasilkan inovasi dan prestasi yang berkelanjutan.
“Ketika seluruh elemen bersatu dalam semangat kolaborasi dan pengabdian, maka institusi akan tumbuh menjadi pusat keunggulan yang tidak hanya diperhitungkan di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas program dan fasilitas, tetapi juga oleh hadirnya kepemimpinan yang bermartabat, berintegritas, serta mampu menumbuhkan budaya kerja yang produktif dan inspiratif bagi seluruh sivitas akademika. (*Rz)

