Firman menjelaskan, Sulawesi Selatan memiliki kultur bermain domino yang cukup kuat, terutama di warung kopi yang menjadi ruang interaksi sosial masyarakat. Potensi tersebut, kata dia, perlu diarahkan agar lebih produktif dan bernilai positif.
Lebih lanjut, Orado Sulsel berencana membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota serta menggelar kompetisi rutin sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet. Dengan adanya sistem pembinaan yang terarah, diharapkan domino dapat berkembang menjadi olahraga yang diakui dan diminati generasi muda.
“Kami ingin domino naik kelas. Dari warkop menuju arena kompetisi resmi. Itu visi besar kami,” tegas Firman.
Sementara itu, sejumlah peserta menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran Orado memberi warna baru bagi komunitas domino di Makassar dan membuka peluang untuk berkompetisi secara sehat dan sportif.
Melalui sosialisasi ini, Orado Sulsel berharap domino tidak lagi dipandang negatif, melainkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus wadah pembinaan prestasi olahraga di daerah. (And)
