Yuni Amirta Nadila Atlet Kabaddi Nasional nan Anak Desa

Ramzy 647 Pembaca
4 Menit baca

Catatan M.Dahlan Abubakar

Kehidupan literatif saya selalu dengan kejutan. Selalu saja ada informasi menarik yang tidak disangka-sangka dan layak diketahui publik. Pada tanggal 23 Maret 2026 saat membesuk adik H. Sofwan, SH, M.Hum yang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Kota Bima, saya bertemu dengan gadis yang termasuk atlet nasional ini.

Yuni Amirta Nadila, gadis kelahiran Jayapura 15 Juni 2002, anak pasangan H.Amir (Polisi) dan Rosyidha Rosita (IRT). Dari pertemuan ini ternyata mengungkap kisah masa lalu ketika saya belajar di SMP Tangga Kabupaten Bima antara tahun 1964-1968. Rupanya, rumah dan induk semang saya di desa yang menjadi ibu kota Kecamatan Monta Bima itu, termasuk kakek buyutnya. Dari sinilah, cerita itu bersambung dan bersayap, di samping urusan prestasi Yuni sebagai salah seorang atlet Kabaddi putri nasional yang pernah membela negara ini.

Anak pertama dari dua bersaudara dengan tinggi berat 169cm-62 kg ini mengakui, pertama berkenalan dengan olahraga Kabaddi pada tahun 2023. Gadis yang senang naik sepeda dan membaca buku ini mulanya ikut bermain olahraga itu karena ada teman yang menawarinya menjadi atlet. Ajaknya,menjadi atlet Kabaddi. Bertepatan pula, cabang olahraga ini baru diperkenalkan di Indonesia. Yuni dan teman-temannya di NTB menjadi figur pertama yang menggeluti olahraga tersebut.
“Sekalian sebagai persiapan PON XXI Aceh-Sumut pada tahun 2024,” cerita Yuni didampingi Ibunya saat saya temui di RS PKU Muhammadiyah Kota Bima, 23 Maret 2026 sore. Dia juga datang membesuk Adik Sofwan yang tiba-tiba saja 19 Maret 2026 terserang rasa lemas yang kemudian diikuti menurunnya Hb.

Yuni bergabung dengan olahraga Kabaddi setahun setelah dia masuk kuliah tahun 2022 di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) yang sebelumnya bernama IKIP. Saat itu bertepatan dengan dia duduk di semester VIII. Jadi, boleh dikatakan tidak terlalu mengganggu jadwal belajar.
“Saya berencana masuk Polwan,” Yuni mengungkapkan cita-citanya yang direncanakan begitu selesai meraih sarjana di Undikma.

Pada saat pembentukan tim nasional untuk memperkuat tim putri SEA Games XXXIII Indonesia di Thailand, Yuni termasuk satu-satunya dari Provinsi NTB yang terpilih. Postur Yuni memang cukup ideal untuk olahraga ini. Tim itu diambil dari beberapa provinsi, yang kemudian memperoleh medali perak pada ajang SEA Games XXXIIII Thailand. Dua belas pemain putra dan juga putri memperkuat Indonesia ketika itu. Untuk putri, kebanyakan direkrut atlet dari Bali, Kaltim, seorang dari NTB, dan tidak ada dari Sulsel.

Ketika PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Kabaddi sebagai cabang olahraga baru hanya diikuti 7 provinsi. Tentu statusnya sebagai cabang olahraga yang bersifat eksebisi. Belum dipertandingkan.

Ketika di SEA Games Thailand, Yuni turun di nomor “Women Standard style and women super five”. Dia oleh media disebut sebagai salah seorang atlet tangguh yang berprestasi di bawah tekanan besar dalam pertandingan internasional. Ini yang membantunya meningkatkan popularitas olahraga Kabaddi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kelak menjadi tuan rumah PON XXII/2028 bersama Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun Yuni sendiri belum tahu pelaksana pertandingan cabang olahraga Kabaddi di provinsi mana.

Dia mengakui, sempat terkilir leher terkena rangkulan lawan dalam suatu pertandingan. Ini menjadi kenangan tersendiri bagi Yuni dalam melakoni olahraga tersebut. Pada SEA Games Thailand itu, tim putra menyumbangkan medali emas ke-80 Indonesia dalam pertandingan yang dilaksanakan di Rajamangala University of Technology Rattanakosin Bangkok, Thailand.

Sebagai atlet Kabaddi, Yuni pernah mengikuti berbagai kejuaraan. Di antaranya “Badung Sport Tourism Bali”, (level Nasional, meraih perunggu, tahun 2023) dan Perak (2024), dan PON Sumut (2024) belum dapat medali, Pre-SEA Games Malaysia (2024, Perak-Perunggu) Internasional dan SEA Games XXXIII/2025 Thailand (Perak, Perak). (*)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Exit mobile version