Guru besar yang sangat ramah dan murah senyum ini menyelesaikan pendidikan S-1 di Institut Teknologi Bandung (1975-1979), dengan karya ilmiah “Impuritas Permukaan Semikonduktor dengan Auger Elektron Spektroskopi” dibimbing Prof. Dr. M. Barmawi.
Almarhum kemudian melanjutkan pendidikan S-2 ke Kyoto University, Jepang (1984–1986) dengan karya ilmiah “Rip Current Generation on a Plane Beach: dengan Supervisor: Prof. Dr. Y. Tsuchiya dan meraih gelar Ph.D (S-3) pada perguruan tinggi yang sama pada tahun 1989 dengan disertasi “2-D Horizontal and Vertical Near Shore Circulations,” dengan Supervisor: Prof. Dr. Y. Tsuchiya.
Berbagai pendidikan dan pelatihan tambahan pernah almarhum ikuti. Kemudian menjadi pemateri pada kegiatan-kegiatan Kursus dasar-dasar AMDAL, 2014, Kursus penyusun AMDAL, 2014, Kursus dasar-dasar AMDAL, 2015, Kursus penyusun dan penilai AMDAL, 2015, Lokakarya Life Long Learner, 2016, dan Lokakarya managing Laboratory, 2016, Lokakarya AMDAL dan Peserta Esia Blok Kasuri, Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat, 2016. Menjadi pemateri Kursus dasar-dasar AMDAL, 2016, Kursus dasar-dasar AMDAL, 2017, Kursus penilai AMDAL, 2017 dan peserta Lokakarya penyelarasan kurikulum program studi sarjana Geofisika, 2017.
Almarhum yang menikah dengan Prof. Dr. drg. Mardiana Adalm, M.Kes tersebut telah menghasilkan berbagai produk penelitian dan karya ilmiah. (MDA)