Era Baru Ikatan Alumni Unhas (2)

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Kedua, siapa yang tak mengenal sosok Syahrul Yasin Limpo yang juga populer dengan sebutan SYL ? Ketua Ikatan Alumni Hukum Unhas itu, saat ini adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia. Menurut sebagian alumni bahwa IKA Unhas Pasca Pak JK, perlu dipimpin oleh sosok yang memiliki posisi penting di kekuasaan. Itu sebabnya SYL dinominasikan untuk memimpin IKA Unhas.

Ketiga, Andi Amran Sulaiman. Sebagian besar alumni berpendapat bahwa selain nama besar dan jumlah alumni yang sudah mencapai ratusan ribu, IKA Unhas praktis tak memiliki asset. Jangankan dana abadi, kantor sekretariat permanen saja tak punya. Suka tidak suka, itulah realitas IKA Unhas yang mesti kita terima.

Dengan kondisi seperti itu, jika dibandingkan dengan Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada), Iluni – UI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia, IA – ITB (Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung), dan lainnya, sungguh IKA Unhas tidak ada apa-apanya, jauh tertinggal. Lantas, bagaimana IKA Unhas dapat memberi kontribusi pada almamaternya dalam kondisi demikian ?

Untuk mengejar ketertinggalan itu, pertama-tama, IKA Unhas harus dipimpin oleh sosok yang tak hanya memiliki nama besar dan strong leadership, tetapi juga sosok “gila” yang mau mewakafkan sebagian hartanya untuk memenuhi kebutuhan dasar IKA Unhas itu.

Kriteria tersebut menurut sebagian besar pemilik hak suara di Mubes IKA Unhas, hanya ada pada Andi Amran Sulaiman. Wacana itu berkembang semenjak Mubeslub Jakarta hingga Mubes Makassar, kemudian mengantarkan Andi Amran terpilih secara meyakinkan untuk memimpin IKA Unhas.

Kendati begitu, Andi Amran yang terpilih melalui mekanisme one man one vote, tetap saja tak urung diterpa isu miring. Sayup terdengar bahwa surat dukungan yang diberikan oleh sejumlah besar delegasi kepadanya, diperoleh dengan cara yang tidak benar.

Baca juga :  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Manfaatnya bagi Masyarakat

Apa itu cara yang tidak benar ? Kurang lebih, “tidak ada makan siang gratis.” Maklum, di negeri ini, praktek semacam itu sudah bukan lagi rahasia. Akan tetapi, kira-kira, apakah Andi Amran benar-benar melakukannya ? (bersambung)

Makassar, 09 Maret 2022

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Ketika Mentan Amran Membakar Semangat Ribuan Alumni ITS

Oleh Wakil Rektor IV ITS, Agus Muhammad Hatta Seharusnya, siang itu, 9 November, Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman...

Kalla dan Amran, Dua Tokoh Sulsel Berdiri di Tengah Kepungan Mafia

Oleh Ismawan Amir (Graduate Istanbul Commerce University, Turkiye) Di Sulawesi Selatan, dua nama besar kini berdiri tegak di tengah...

Denyut Kehidupan di Car Free Day: (14-Habis) “Menjaga Rasa & Warisan: Kue Pancong Pak Nasir

Nurenci Ananda Pasaribu Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP/Magang ‘identitas’ Udara pagi di Boulevard baru saja menghangat ketika jarum jam menunjukkan pukul...

Denyut Kehidupan di Car Free Day: (13) Semangkuk Bubur “Dari Roda Odong-Odong ke Roda Kehidupan”

Aynun Lutfiya Prodi Manajemen FEB/Magang ‘identitas’ Setiap Minggu pagi, Boulevard berubah menjadi panggung warna-warni dan hiruk-pikuk yang penuh energi....