PEDOMANRAKYAT,JAKARTA.- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur adalah pekerjaan besar yang tidak mudah. Selain membutuhan waktu yang lama juga memerlukan anggaran yang besar. Kendati demikian mantan Gubernur DKI ini optimis pembangunan IKN akan bisa diwujudkan.
[caption id="attachment_5655" align="aligncenter" width="300"] Prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara, di Titik Nol IKN, Senin (14/03/2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)[/caption]
Presiden Jokowi menyebut pembangunan IKN dikisaran Rp 466 triliun, di mana sebesar 19-20 persen anggarannya akan diambil dari APBN. Sisa kebutuhan pendanaan lainnya akan disediakan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi dari sektor swasta, BUMN, maupun penerbitan obligasi publik.
"Hitungan sementara Rp466 triliun, itu kurang lebih 19-20 persen itu nanti berasal dari APBN," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3/2022).
Sementara waktu yang dibutuhkan dalam proses pembangunan dan pemindahan ibu kota negara Nusantara ini antara 15-20 tahun. “Ini kan sebuah pekerjaan yang raksasa besarnya. Ini pekerjaan besar sekali. Dan juga bukan pekerjaan yang mudah. Ini pekerjaan yang rumit. Oleh sebab itu, memang butuh waktu yang panjang. Perkiraan kita antara 15-20 tahun, baru bisa diselesaikan,” kata Jokowi.
Keberadaan IKN Nusantara ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan populasi di tanah air. Saat ini 56 persen populasi penduduk Indonesia berpusat di Pulau Jawa, khususnya di DKI Jakarta. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di berbagai penjuru.
"Harus ada magnet yang lain sehingga dari 17.000 pulau ini semua tidak menuju ke Jawa, sehingga beban Pulau Jawa, beban Jakarta tidak semakin berat," ucap Jokowi. (*)