Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar
Rasulullah SAW pernah mengajarkan kepada kita semua, bahwa segala perbuatan yang dilakukan seseorang tergantung niatnya. Di antara manusia ada yang ingin berbuat baik, tapi orientasinya ingin dipuji oleh orang lain, atau juga mungkin niat baik yang dilakukan oleh seseorang bisa menjadi motivasi bagi orang lain.
Konon, ada dua pria bersaudara. Sang kakak adalah seorang yang taat beribadah dan senantiasa menjauhi hal-hal yang dilarang oleh agama. Sementara sang adik, adalah seorang yang senang berfoya-foya dan banyak menghabiskan waktunya dengan kegiatan hura-hura.
Sang kakak, yang selama ini merasa tidak pernah melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, tiba-tiba terbetik dalam hatinya untuk mencoba hal-hal yang selama ini dilakukan oleh sang adik.
Sang kakak berkata dalam hati, “Saya ingin mencoba melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama sekali saja, setelah itu saya memohon ampun kepada Allah SWT.”
Tidak lama kemudian, sang kakak mengikuti jejak adiknya untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama, dia larut dalam gemerlapnya kehidupan duniawi.
Sementara sang adik, yang selama ini merasa tidak pernah melaksanakan perintah Allah SWT, lalai dalam kebaikan, tiba-tiba terbetik dalam hatinya kata-kata, “Ya Allah, selama ini saya senantiasa jauh dari apa yang diajarkan oleh agama, tidak mengikuti keteladanan Rasulullah SAW. Ya Allah berilah hamba-Mu yang lemah ini kekuatan, agar saya mampu meninggalkan seluruh perbuatan yang Engkau benci.”
Ketika kedua dua kakak tersebut melontarkan niat masing-masing, tiba-tiba keduanya dipanggil oleh Allah SWT, keduanya meninggal dunia. Sang kakak meninggal dalam keadaan berniat ingin mencoba perbuatan maksiat, sementara sang adik meninggal dunia dalam keadaan ingin bertaubat kepada Allah SWT.
Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk senantiasa melakukan sesuatu atas niat yang baik, guna menggapai ridha Allah SWT. Allah A'lam
Makassar, 23 Maret 2022