Sepasang Sepatu

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar

Dua lelaki saleh bersama-sama menuju ke masjid untuk menunaikan salat. Lelaki pertama melepas sepatunya dan menempatkannya dengan rapi, di luar pintu masuk. Sementara kawannya, melepas sepatunya dan membawanya ke dalam masjid.

Terjadi diskusi menarik di antara jamaah yang menyaksikan tindak-tanduk kedua pemuda yang baru saja melepas sepatu mereka, membahas di antara keduanya manakah yang memiliki sifat kemuliaan.

Salah seorang jamaah berkata, “Jika orang masuk ke masjid dengan kaki telanjang, bukankah lebih baik meninggalkan sepatunya di luar?”

Jamaah lain berkata, “Tetapi tidakkah kita mempertimbangkan, bahwa lelaki yang membawa sepatunya ke dalam masjid berarti mengingatkan dirinya bahwasanya dengan sepatu itu bersamanya, ia sedang dalam keadaan rendah diri yang benar?”

Usai menunaikan salat, para jamaah bertanya kepada kedua lelaki tersebut, perihal tindakan mereka terhadap sepatu masing-masing.

Lelaki pertama berkata, “Aku meninggalkan sepatuku di luar untuk alasan biasa saja. Yakni, kalau seseorang ingin mencuri sepatu itu ia akan memiliki peluang untuk tetap menahan godaan, sehingga memberikan kebaikan untuk dirinya sendiri.”

Para jamaah terkesan dengan ungkapan yang disampaikan oleh lelaki pertama, yang tidak begitu peduli dengan sepatu miliknya.

Lelaki kedua berkata, “Aku membawa masuk sepatuku ke masjid karena jika aku tinggalkan di luar, sepatu tersebut bisa saja membuat seseorang tergoda untuk mencurinya. Siapa pun yang tergoda dengan mengambil sepatuku, maka diriku adalah penyebab dalam perbuatan dosa tersebut.”

Para jamaah juga terkesima dengan apa yang disampaikan oleh lelaki kedua.

Seorang bijak yang melihat peristiwa tersebut berteriak, “Sementara kalian berdua dan para pengikut kalian, telah terpesona oleh kesalehan kalian yang sangat mengagumkan, saling melatih dengan pengandai-andaian. Saat itulah hal-hal yang sesungguhnya telah terjadi.”

Baca juga :  Prof. Dr. Mardi Adi Armin, M.Hum : Bahasa Memiliki Akar Ke-Ilahi-an

Para jamaah bertanya, “Apa itu?”

Sang bijak berkata, “Tak seorang pun tergoda oleh sepatu itu. Tak seorang tidak tergoda oleh sepatu itu. Pendosa yang kalian andaikan itu tidak ada. Justru, laki-laki lain, yang tidak memiliki sepatu sama sekali untuk dibawa masuk atau ditinggalkan di luar, memasuki masjid. Tak seorang pun melihat kedatangannya. Ia tidak sadar terhadap apa pun yang dipikirkan orang-orang yang melihat atau tidak melihatnya. Tetapi, karena ketulusannya yang sejati, salatnya di masjid ini sekarang membantu, dengan cara paling langsung mungkin, semua pencuri yang mungkin berniat untuk mencuri sepatu atau tidak atau mengubah diri mereka dengan melawan godaan tersebut.”

Tidakkah kita perhatikan, bahwa melakukan sesuatu secara sadar, betapa pun bagusnya itu, adalah sesuatu yang lemah ketika diukur dengan pengetahuan bahwa masih ada orang-orang bijak sejati lainnya. Allah A'lam. ***

Makassar, 26 Agustus 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Disdik Sulsel Bekali Operator Cabang Dinas Lewat Bimtek BOSP 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Mustakim, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bantuan Operasional...

Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Mentan Amran dan Petani: Swasembada Pangan Tercepat dalam Sejarah Indonesia

PEDOMANRAKYAT, KARAWANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi...

UPT Pariwisata Lutra Gelar Rakor Perdana, Optimalkan Pelayanan

PEDOMANRAKYAT, LUWU UTARA – Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (UPT Pariwisata) Kabupaten...

Kondisi Bencana Cukup Parah, Bupati Halut Piet Hein Babua Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

PEDOMANRAKYAT, HALMAHERA UTARA - Setelah turun langsung ke beberapa titik di lokasi bencana alam seperti Kao Barat dan...