Oleh : H Hasaruddin, Guru Besar UIN Alauddin Makassar
Seorang mukmin yang senantiasa menyandarkan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT adalah, mukmin yang kuat. Kuat batin dan jiwanya, sehingga tidak pernah gentar menghadapi hidup dengan berbagai dinamikanya.
Kekuatan seorang mukmin diperoleh karena harapan kepada Allah SWT, sebab seorang mukmin sangat yakin akan perlindungan dari Allah SWT. Lihat QS 57: 4 dan Q. S. 2: 115.
Oleh karena itu, dengan penuh sikap menyandarkan diri kepada Allah SWT, orang mukmin yakin dia tidak maju menghadapi tantangan hidup ini sendirian. Allah SWT adalah sebaik-baiknya tempat bersandar.
Keimanan seorang mukmin menghasilkan harapan. Maka tidak adanya harapan seseorang, merupakan lemahnya keimanannya. Mereka yang tidak berpengharapan adalah mereka yang tidak menaruh kepercayaan kepada Allah SWT. QS 12: 87, mengajarkan agar kita senantiasa berpengharapan kepada Allah SWT.
Seorang mukmin yang baik, seharusnya senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT. Seorang mukmin, hendaknya mencari hikmah dari apa yang terjadi atas diri mereka sebagai kehendak Allah SWT yang tidak akan muspra.