Adapun tuntutan Jaksa Penuntut Umum alias JPU yaitu menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hamka SE Bin Tuwo Kalbu berupa pidana penjara selama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dipotong masa tahanan.
Sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp.50.000.000,- subsidair 4 (empat) bulan kurungan. Menghukum terdakwa Hamka SE Bin Tuwo Kalbu untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 54.640.000,- subsidair 3 (tiga) bulan kurungan.
Putusan Pengadilan Negeri Barru No. 34/Pid.SUS/2011/PN.Barru tanggal 03 Agustus 2011 dengan amar sebagai berikut :
1. Menghukum Terdakwa Hamka, SE Bin Tuwo Kalbu Canggolong dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun 2 (dua) bulan. Menghukum pula terdakwa dengan pidana denda Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan.
2. Putusan Pengadilan Tinggi Makassar Nomor 18/PID.SUS.KOR/2011/PT. MKS tanggal 27 September 2011 dengan amar putusan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Barru.
Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH.MH didampingi Kasi Penkum Soetarmi SH MH, meminta jajarannya untuk selalu memonitor dan segera menangkap Buronan yang masih berkeliaran untuk dieksekusi demi kepastian hukum, dan Kajati Sulsel mengimbau kepada seluruh ‘Buronan’ yang telah ditetapkan sebagai DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para ‘Buronan’.(Hdr)