PPSP DAJ TOUR : Ke Jogja Mencari Dunia yang Hilang

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

YOGYAKARTA, PEDOMAN RAKYAT. Berwisata ke Yogyakarta atau lebih sering di sebut Jogja, bukan hanya ke Malioboro saja. Kota dengan berbagai julukan seperti Kota Pelajar, Kota Gudeg, Kota Perjuangan, Kota Pariwisata maupun Kota Budaya memang menyimpan pesona yang menakjubkan.

Belum lama ini, tepatnya tgl 2 hingga 5 Maret 2023 sedikitnya 42 orang dari PPSP DAJ dipimpin ketuanya Muh. Ichsan melakukan tour ke Jogja.

Rombongan ini, bukan dari kelompok usia muda. Tapi, daerah wisata yg dipilihnya cukup menantang dan sedikit ekstrem , yaitu Tebing Breksi, The Lost World Castle, Heha Sky View dan Chandari Heaven. Untuk mencapai lokasi itu, jelas akan menguras tenaga karena berada di ketinggian.

Dengan ketempat itu, pengunjung bisa melihat Jogja dari atas.

Mengingat waktu tour yang singkat itu, begitu rombongan tiba di Home Stay Embe Enem tempat mereka nginap, dengan semangat 45 dan tak kenal lelah, merekapun langsung tancap gas menuju lokasi wisata terdekat.

Warkop Klotok
Jogja selalu punya tempat kuliner yang menarik untuk di kunjungi seperti Warung Kopi Klotok. Warung ini bukan hanya menyediakan kopi, tapi juga makanan berat dengan gaya prasmanan.

Pengunjung tinggal memilih mau duduk di kursi atau lesehan sembari menikmati alam pedesaan. Warkop Klotok yang terletak di Seleman - Jogja ini, berada di tengah sawah dengan bangunan joglo berkonsep pedesaan.

Dunia Yang Hilang
Memasuki kawasan wisata ini pengunjung diajak berfantasi memasuki Dunia Lain, melalui arsitektur bangunan bagai " kastel " negeri dongeng.

Tempat wisata ini di beri nama " The Lost World Castle " dan lokasinya berada di kaki gunung merapi dengan panorama yang indah.

Tempat wisata ini mengusung tema " DUNIA YANG HILANG ".

Baca juga :  Reuni Empat Dekade Delima: Mengenang Masa Lalu di Bantimurung

Dunia yang hilang, dimaksudkan apa yang sudah tidak ada dikehidupan nyata bisa di jumpai di kawasan ini seperti kapal bajak laut, dan banyak lagi yang lain yang memaksa pengunjung untuk berfantasi seakan berada di negeri dogeng.

The Lost World Castle menghadirkan ala luar negeri seperti Tembok China, Kapal Bajak Laut hingga Rumah Pohon kata Ichsan ketua rombongan yang juga ketua PPSP DAJ.

Candi Ijo
Rombongan yang berjumlah 42 orang kemudian melanjutkan langkahnya ke Candi Ijo.

Candi ini letaknya paling tinggi di Jogja yang menyuguhkan pesona alam dan budaya.

Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9 disebuah " Bukit Hijau " atau Gumuk Ijo yang berada diketinggian sekitar 400 mtr di atas permukaan laut.

Rombonganpun tidak mau ketinggalan memilih spot untuk berfoto lewat ponsel mereka.

Tebing Breksi
Ke Jogja, rasanya tidak lengkap jika tidak mengunjungi Tebing Bresik.

Awalnya lokasi ini hanyalah sebuah perbukitan yang dijadikan lokasi penggalian batu alam yang oleh orang Jogja menyebutnya batu bresik.

Tahun 2014, lokasi penggalian ini ditutup oleh pemerintah.

Alhasil dengan kreatifitas masyarakat, lokasi ini disulap menjadi tempat wisata dan diberi nama TEBING BRESIK.

Tahun 2015 Tebing Breksi ini diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Dultan Hamengku Bowono X sebagai tempat wisata di Jogja.
Tebing Bresik ini terletak di Desa Sambirejo Kacamatan Prambaban Kabupaten Sleman.

Chandari Heaven
Sebelum rombongan ke Chandari Heaven, mereka mampir dulu di Heha Sky View, tempat wisata ini tidak jauh berbeda dengan Chandari Heaven keduanya berada di ketinggian yang merupakan salah satu lokasi untuk melihat panorana kota gudeg .

Chandari Heavenpun termasuk salah satu destinasi favorit. Jogja selalu menyuguhkan hal hal baru khususnya kuliner.

Baca juga :  Onthelis se-Sulsel dan Sulbar Gelar Nobar Film Janur Kuning

Chandari Heaven hadir merupakan perpaduan resto dan villa berada di ketinggian terletak di kecamatan Prambanan.

Cinderamata
Seperti yang dikatakan ketua PPSP ( Proyek Perintis Sekolah Pembangunan ) DAJ ( DKI, ALL JAVA ) .Much Ichsan, Tour Joga ini merupakan program tahun 2022, tertunda karena masih belum begitu bebas ( Pandemi ), jumlah keseluruan alumni 74 orang yang tersebar dari Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya, yang terdiri dari beberapa angkatan.

Untuk tour kali ini yang ikut hanya 35 orang dan 7 orang dari Makassar.

Chandari Heaven sebagai saksi sejarah, dimana kami menghargai para pencetus hingga terbentuknya PPSP DAJ Thn 2014.

Sebagai ucapan terima kasih diserahkan cinderamata kepada ( yang hadir ) Andi Emma Mannaungi, Marmin Pontoh dan M. Nurdin Arsyad dan yang tidak sempat hadir Endang Srihartati, Lukman Ali dan dua sudah almarhuma Westy Suowondo dan Evita Pulubuhu, semuanya dari angkatan 75, dan cendrama ini diserahkan langsung oleh ketua rombongan Tour Jogja yang juga ketua PPSP DAJ , Much. Ichsan. ( ab )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Warkop 183 Satukan Rasa dan Ragam Profesi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Menikmati kopi pagi hari di warung kopi (warkop) menjadi tren dan habit (kebiasaan, red) tersendiri...

Cinta yang Dibagi, Makna yang Tak Berkesudahan: 15 Tahun K-apel

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR- Komunitas Anak Pelangi (K-apel) telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam membangun dan mendampingi masyarakat dengan...

Komunitas Motor yang Berani Menjelajah: HAI Honda ADV Indonesia Chapter Makassar

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR - Komunitas HAI Honda ADV Indonesia chapter Makassar adalah sebuah komunitas yang sangat menarik dan...

Domino: Dari Warkop hingga Turnamen Internasional

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR - Permainan domino di Makassar telah menjadi kegiatan yang sangat populer di kalangan masyarakat, terutama...