Sementara itu, Achmad Faisal, SH. M.H selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPOPAR) Kabupaten Enrekang, menjelaskan bahwa Festival Olahraga Tradisional yang diadakan di Desa Temban merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam tema besar Massenrempulu Fest 2023 (Mafest 2023).
Kita berharap beragam kegiatan yang terdapat dalam Mafest 2023, baik yang bersifat event olahraga, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, maupun yang bersifat sosial, dapat berlanjut di tahun 2024 untuk memenuhi persyaratan sebagai Kalender Event Nasional (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Insya Allah, dengan kolaborasi, pencapaian kita akan lebih cepat dan lebih besar. Inilah kekuatan kolaborasi sehingga kita selalu mengajak berbagai komunitas, masyarakat, untuk turut berkontribusi dalam kesuksesan bersama,” jelasnya.
Selain itu, kita tidak dapat mengabaikan bahwa pelaksanaan event telah menjadi salah satu kekuatan utama untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah yang diharapkan juga dapat mendorong semangat, kontribusi, dan komitmen kolaborasi lintas sektor.
Terkait dengan olahraga tradisional, UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan tidak hanya mengakui jenis olahraga dalam bentuk olahraga prestasi dan olahraga di satuan pendidikan, tetapi juga olahraga masyarakat.
Bahkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat memiliki kewajiban untuk menggali, mengembangkan, dan memajukan Olahraga Masyarakat yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi dan nilai budaya masyarakat setempat.
“Tujuan kami dengan adanya kegiatan festival olahraga tradisional adalah untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, kegembiraan, hiburan, dan dapat dijadikan sebagai salah satu potensi atraksi pariwisata yang dapat dikembangkan,” terangnya.
“Salam Wonderful Indonesia, salam ekonomi kreatif, Enrekang petualangan tanpa batas. Kami mohon dukungan dari semua”. (Syafar)