Bertemu Sa’adiah Lanre Said, Penulis Buku “Kenapa Allah Nggak Kelihatan, Ma?” di Temu Budaya LAPAKKSS

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh: Rusdin Tompo (Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan)

“Buku ini sejatinya bukan semata-mata tentang dunia anak-anak. Tapi buku pedoman bagi kita, para orangtua, agar mampu memperkenalkan ajaran agama secara lebih ringan namun tertanam dalam.”

Kutipan ini merupakan kalimat yang saya buat sekira 6 tahun lalu, ketika diminta memberi endorsement untuk buku berjudul “Kenapa Allah Ngga Kelihatan, Ma?” Buku kategori islamic parenting ini ditulis oleh Sa’adiah Lanre Said, pengajar dan pengasuh pesantren yang dikenal sebagai sosok multitalenta.

Buku yang semula merupakan diary Sa’diah di Facebook ini, menceritakan pengalaman penulisnya kala berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak pertamanya, Fayyez Muhammad Said –lahir tahun 2006, bertepatan dengan Piala Dunia di Jerman.

Selain saya, ada nama-nama tokoh yang memberikan endoraement untuk buku tersebut, yakni Munif Chatib, penulis best seller “Orangtuanya Manusia” dan “Sekolahnya Manusia”. Ada pula Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA, yang dalam buku itu ditulis sebagai Rektor PTIQ Jakarta –sekarang Menteri Agama RI dalam kabinet Prabowo-Gibran.

Juga ada Ir Indra Hermawan, peserta training metode ACQ dari Jakarta Selatan, Lena Hanifah, SH, LLM, dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Ph.D Student di University of New South Wales, Australia, dan Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, Guru Besar Universitas Indonesia.

Perlu diketahui metode ACQ (Aku Cinta Quran) Ini merupakan metode menghafal Al-Qur’an dengan gerakan isyarat. Sa’diah merupakan founder sekaligus pemegang paten dari metode ACQ ini. Pengasuh Pondok Pesantren Putri Darul Huffadh ini, aktif memberikan pelatihan dengan metode ini di berbagai daerah di Tanah Air, baik di pesantren, kampus, maupun sekolah.

Lantas, bagaimana ceritanya hingga saya bisa terhubung dengan perempuan kelahiran Bone, 2 Mei 1981 itu.

Baca juga :  Bupati ASA Ajak Seluruh Pihak Tingkatkan Ketahanan Pangan di Sinjai

Semula, saya ge-er mengira mungkin Sa’adiah pembaca tulisan saya di koran. Maklum, nomor telepon saya dia dapat dari salah seorang wartawan di Harian Fajar.

Itu saya ketahui saat kami berkomunikasi pertama kali di tahun 2016. Pada tahun itu, dia baru kira-kira setahun kembali ke Tanah Air, bersama suaminya, H Zaenal Saleh, Lc, MA, setelah pulang dari Teheran, Iran.

Rupanya, sangka saya keliru. Dia belum pernah membaca tulisan saya. Dia hanya berkeinginan ada orang dari daerahnya, Sulawesi Selatan, yang turut memberikan endorsement dalam buku pertamanya.

Dan nama saya kemudian direkomendasikan. Sebab, isu anak yang biasa saya tulis di media massa, dianggap relevan dengan tema buku yang ditulisnya itu. Setelah itu, baru dia membaca tulisan saya hehehe.

Walau kalimat yang saya buat terlihat singkat, tapi saya diminta mengulang hingga dua kali sebelum dimuat dalam buku “Kenapa Allah Ngga Kelihatan, Ma?”

Buku itu diterbitkan tahun 2016 oleh Penerbit Noura Books, yang merupakan anggota grup PT Mizan Publika. Buku berupa percakapan Sa’diah dengan anaknya, Fayyez, itu isinya urgen bagi orangtua karena berisi pertanyaan kritis anak seputar tauhid, akidah, ibadah, etika bersikap, hingga bahasan tentang kehidupan dan kematian.

1
2TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...