STIE AMKOP Kini Berproses Beralih Status Jadi Institut Bisnis Manajemen dan Teknologi AMKOP Indonesia

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR.- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar kini secara terus menerus melakukan adaptasi dan inovasi dalam proses meningkatkan tata kelola perguruan tinggi dan kualitas dalam pembelajaran.

Salah satu langkah strategis menjawab tantangan zaman beradaptasi dan berinovasi dalam perubahan yang sangat cepat, adalah melakukan proses alih status dari sekolah tinggi menjadi institut.

Nama kampus kelak setelah mengalami perubahan status adalah, Institut Bisnis Manajemen dan Teknologi AMKOP Indonesia.

Demikian ditegaskan Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr. Gunawan Bata Ilyas SE.,M.Si, CMA, C.MP kepada media, Senin 10 Maret 2025.

Dijelaskan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut akan menyelenggarakan pendidikan berbasis akademik dan vokasi dengan fikus pada bidang ilmu ekonomi.

Proses peralihan status kampus, para civitas akademika sedang persiapkan dan upload data dan berkas yang dibutuhkan secara online ke Kemendiktisaintek semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama akan terealisasi.

Pada proses peralihan status jadi institut rencana akan ada penambahan program studi baru yakni; S1 Hukum Bisnis dan S1 Teknik Informati.

Saat ini kampus mengelola program studi jenjang S1, S2 dan S3. STIE AMKOP juga telah mencatat sejarah di jajaran kantor LLDIKTI Wilayah IX sebagai sekolah tinggi ekonomi pertama yang membuka program S3 Doktor Ilmu Manajemen.

Program studi yang dibina adalah S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Bisnis Digital, S1 Kewirausahaan, S2 Manajemen, S3 Doktor Ilmu Manajemen.

Memasuki tahun akademik 2024/2025 kampus akan siap menerima mahasiswa baru pada program studi yang dibina selama ini. Berdasar pada rasio dosen dan sarana dan prasarana kampus maka target mahasiswa baru untuk masing masing prodi sebagai berikut;

Baca juga :  Kualitas Lebih Penting Daripada Kuantitas

Prodi S1 Manajemen sebanyak 250 mahasiswa; S1 Akuntansi (200); S1 Bisnis Digital (150); S1 Kewirausahaan (150); S2 Magister Manajemen (200) dan S3 Doktor Ilmu Manajemen (28).

Kekuatan sumber daya dosen, ada 3 dosen dengan jabatan akademik Guru Besar dan saat ini merencanakan akan mengusulkan lagi 4 calon Guru Besar.
Jabatan Akademik Dosen jenjang Lektor Kepala sebanyak 10 orang dan Lektor (28) serta Asisten Ahli (8).

Fasilitas yang dimiliki STIE AMKOP luas lahan sekitar 3 hektar atau 30.000 meterpersegi , jumlah ruang belajar 18 kelas full AC, ada perpustakaan, masjid, auditorium dan tempat parkir yang luar, katanya.

Saat ini jadi Wakil Ketua 1, Bidang Akademik, Dr. Hj. St.Hatidja,SE.M.Pd. Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian dan Keuangan Abdul Syukur,S.E.,M.Si.

Wakil Ketua III Bidang, Kemahasiswaan dan Alumni, Muh. Rizal Halim, S.E.,M.M. Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama (Nasional dan International) Muhammad Saleh R, M.Si.

Ketua Pembina Yayasan Bata Ilyas, Dr.H.Jamaluddin Bata Ilyas, M.Si. Direktur PPs-STIE AMKOP Makassar, Prof Dr. H Mattalatta, SE, M.Si. (ym)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...