Soal Dugaan Paksaan Mengisi Surat Pengajuan Pindah Siswa, Kepala SMAN 1 Makassar Berikan Klarifikasi

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai keberadaan surat permohonan pindah yang disebut-sebut berasal dari Wakil Kepala Sekolah, Solihin menegaskan bahwa surat yang dikeluarkan oleh Wakasek tersebut tidak ada atau tidak benar adanya. Solihin menambahkan bahwa pihaknya telah mengundang seluruh orang tua siswa secara resmi melalui surat dengan nomor 421.3/144/UPT SMAN.01/IV/2025 yang diterbitkan pada tanggal 30 April 2025.

“Hasil pertemuan hari ini, Jumat (2/5/2025), bertujuan untuk mengevaluasi hasil perkembangan belajar siswa yang kurang memuaskan pada Pembelajaran Berbasis Modul (PBM) Fase E dan F semester genap. Kurang lebih 40 orang tua siswa hadir, terdiri dari 18 siswa kelas X dan 22 siswa kelas XI. Hari Senin, saya akan kembali mengundang seluruh orang tua untuk menandatangani surat pernyataan,” kata Kepala Sekolah, Jumat (2/5/2025).

Salah seorang orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasih atas pertemuan yang diadakan pada hari ini karena anaknya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Makassar, meskipun sebelumnya mereka telah menerima surat permohonan pindah dari pihak sekolah. Dari lima siswa Kelas X Dalton, dua di antaranya dilaporkan sudah tidak masuk sekolah karena telah menandatangani surat tersebut.

Akan tetapi, tindakan dan dinamika yang terjadi ini dianggap bertentangan dengan semangat Wajib Belajar 12 Tahun, yang dijamin oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 80 Tahun 2013. Peraturan tersebut menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan menengah tanpa adanya diskriminasi dan tekanan.

Pernyataan dari Kepala Sekolah ini justru menimbulkan pertanyaan baru mengenai transparansi dan koordinasi internal dalam pengelolaan SMAN 1 Makassar.
Demi menjamin hak-hak para peserta didik serta menjaga citra lembaga pendidikan, masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan segera melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap permasalahan ini. (res)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Diduga Ada Oknum Aparat Melindungi, Judi Sabung Ayam Kembali Marak di Madandan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Jumat Berkah, Polwan Polres Soppeng Berbagi

PEDOMAN RAKYAT, SOPPENG – Sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat ,Polisi Wanita...

Harmoni Tanpa Sekat: Simfoni Persaudaraan SMANSA 81–82 dalam Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Alumni lintas generasi SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar kembali mengukuhkan eksistensi persaudaraan lintas iman melalui...

Telepon Subuh Mentan Amran Berujung Gagalnya Penyelundupan Bawang Bombay Ilegal 133,5 Ton di Semarang

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG – Telepon subuh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekitar pukul 05.20 WIB menjadi awal gagalnya...

Mentan Amran Sidak 133,5 ton Bawang Bombay Selundupan Berpenyakit: Tidak Ada Ampun, Usut Sampai Akar

PEDOMANRAKYAT, SEMARANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik impor ilegal...