Guru-guru juga katanya senang dengan adanya kegiatan dongeng ini. Sebab, selain anak-anak terhibur mendengarkan dongeng, mereka juga diajak untuk berinfak dan berbagi.
“Cerita yang tadi dibawakan berupa fabel, kisah monyet dan seekor kambing,” kata Kak Ahdan.
Dia menyampaikan, nilai-nilai dalam cerita ini ada beberapa. Yakni, pentingnya menjaga hubungan persahabatan, kejujuran dan tidak serakah, serta menghargai bantuan orang lain.
Ketika ditanya, kenapa bonekanya diberi nama Deta? Kak Ahdan menjelaskan bahwa Deta itu singkatan dari Daeng Mattawang.
Rupanya, nama bonekanya diambil dari salah satu nama Sultan Hasanuddin, kemudian disesuaikan dengan nama yang akrab dengan anak.
Sultan Hasanuddin, yang merupakan Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan, bernama lengkap Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape.
Ia merupakan Raja Gowa ke-16. Sultan Hasanuddin sosok yang cerdas dan berani dalam melawan penjajah. Sehingga Belanda menjulukinya sebagai Ayam Jantan dari Timur. ( ab/r )