Wagub NTB Harap Pemkab & Pemkot Bima agar Pindahkan Makam Muhammad Salahuddin ke Bima

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri, S.E.,M.IP.

PEDOMANRAKYAT, BIMA - Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri, SE.,M.IP. mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten dan Kota Bima memikirkan dapat memindahkan makam Sultan Muhammad Salahuddin di DKI Jakarta ke Bima.

"Sesuai titah almarhum, “di mana saya wafat di situ saya dimakamkan,” ungkap Hj Indah Damayanti Putri saat memberikan sambutan atas nama Keluarga Kesultanan Bima pada acara syukuran Anugerah Pahlawan Nasional terhadap Sultan Muhammad Salahuddin di depan Asi Mbojo (Istana Bima), Sabtu (29/11/2025) malam.

Menurut Umi Dinda -- panggilan akrab Indah Damayanti Putri -- ini sempat menjadi pertanyaan, ketika penganugerahan dilaksanakan pada 10 November 2025. Sekiranya ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang bisa dibicarakan lebih lanjut oleh pemerintah Kota dan Kabupaten Bima, saat sekarang makam almarhum ada di ibu kota DKI Jakarta. Tetapi tentu saja Bapak/Ibu, itu hal yang selanjutnya kita harus bicara kembali.

“Apa yang disyukuri hari ini adalah perjuangan panjang, yang diawali oleh anak keturunan beliau. Tadi sudah kita dengar bersama (dari testimoni) .Ruma Mary (Dr. Hj. St.Maryam R. Salahuddin) melalui perjuangan ini mengumpulkan sejumlah akademisi dan tokoh budayawan Bima yang tersebar, tidak hanya ada di Bima, tetapi yang tersebar di seluruh Nusantara,” ujar Umi Dinda.

Umi Dinda juga menghaturkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Bima, pemerintak Kota Bima, khususnya Dinas Sosial yang selama ini selalu mengawal perjuangan ini sejak puluhan tahun yang lalu. Sebagaimana disampaikan Gubernur pada syukuran tingkat provinsi, sesungguhnya almarhum Sultan Muhammad Salahuddin tidak menginginkan gelar ini. Tetapi, kita semua yang menyaksikan dan melihat bukti sejarah yang ditorehkannya, merasa tergerak hati untuk menunjukkan bahwa beliau layak mendapatkan gelar ini.
Oleh karena itu, setiap pergantian jabatan, bupati, DPRD, dan kepala dinas, kabid, ketika mereka memasuki usia pensiun, mereka selalu saling berpesan wariskan perjuangan ini.

Baca juga :  Hari Bhayangkara ke 79: Polres Soppeng Gelar Donor Darah 

“Dan, alhamdulillah, kita semua yang ada hari ini termasuk yang beruntung bisa mensyukuri, melihat secara langsung keberuntungan yang tidak semua tokoh di Nusantara ini mendapatkan pengakuan langsung dari negara, “ ujar Umi Dinda.
Pada tahun ini Sultan Muhammad Salahuddin bersama sejumlah tokoh nasional, di antaranya dua mantan presiden, Presiden memberikan penghargaan labgsung. Semua itu disadari tak lain dari takdir dan ketetapan Allah yang terutama adalah rasa yang tidak pernah menyerah dan diri semua masyarakat Bima yang berjuang dan mendoakan penghargaan yang beliau dapatkan ini.

“Oleh sebab itu, ribuan ucapan terima kasih dan terlalu sedikit untuk diucapkan dengan jerih payah dan perjuangan Bapak Ibu. Tetapi untuk hari ini dan ke depan, Kepada Wali Kota Bima, Bupati Bima kami titipkan dan pemerintah provinsi menitipkan pada sejumlah SMA dan SMK untuk memastikan bahwa pengenalan dua pahlawan nasional tidak semua provinsi memiliki keistimewaan yang memiliki dua pahlawan nasional,” ungkap Umi Dinda kemudian melanjutkan. Nusa Tenggaera Barat membuktikan dirinya, tidak terlepas kita ‘hawo” (Muhammad Salahuddin) yang mewakili Pulau Sumbawa dan Tuan Maulana Syekh yang mewakili Pulau Lombok, dan itulah salah satu keistimewaan NTB dan merupakan satu kebanggaan di Pulau Sumbawa Pahlawan Nasional berasal dari Dana Mbojo.

Umi Dinda menyebutkan, perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin berjuang sejak abad ke-18 hingga wafat pada tahun 1951. Bangunan ini (Asi Mbojo-- Istana Bima) masih berdiri tegak, menjadi bagian dari sejarah yang menyaksikan perjuangan beliau pada masanya dengan segala keterbatasan sudah memikirkan seperti apa hak-hak perempuan pada masanya ini. Oleh karena itu tugas dan kewajiban kita semua yang terlahir di Dana Mbojo meneruskan apa yang beliau perjuangkan. Memastikan setiap generasi terus mengejar cita-citanya melanjutkan pendidikannya sampai ke pendidikan tinggi. Memastikan memberikan ruang-ruang terbaik untuk perempuan mengisi proses pembangunan yang ada.

Baca juga :  Soal Pos Polantas di Kappang, Camat Cenrana Sayangkan Tak Ada Komunikasi Sejak Awal

"Oleh karena itu, mumpung ada Pak Wali Kota Bima, saya titip semoga juga banyak pejabat perempuan yang mendapatkan porsi di Pemerintah Kota Bima, begitu juga di pemerintah Kabupaten Bima,”ujar Umi Dinda sambil mengirim pesan khusus kepada Wali Kota Bima dan Bupati Bima yang diwakili Sekda.

Kepada keturunan Muhammad Salahuddin, kata Umi Dinda, beruntunglah menjadi garis keturunan yang tentu saja tidak hanya bagi keluarga, bagi orang lain, beliau adalah kebanggaan.

Umi Dinda juga mengharapkan segala teladan dan hal baik yang pernah almarhum ajarkan adalah warisan yang harus kita jaga dan teruskan bersama. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin tidak hanya melakukan komunikasi antarpulau di Nusantara, tetapi beliau melalui bukti-bukti sejarah sudah melakukan komunikasi dengan pihak luar negeri, baik melalui korespondensi atau surat menyurat, maupun melalui catatan-catatan penting.

“Inilah yang membedakan, tidak bermaksud melebihkan “dou Mbojo”, kita memiliki dan dikenal oleh masyarakat luar dengan kebesaran Mbojo” yang dimiliki. Kita salah satu yang beruntung memiliki bukti sejarah, dokumentasi dan sejumlah penghargaan yang dimiliki beliau pada masanya. Semoga semua ini dapat terus terjaga keberadaan Museum Asi Mbojo maupun Museum Samparaja merupakan milik almarhumah Ruma Mary. Kepada anak keturunan anak Sultan Muhammad Salahuddin semoga hal-hal baik yang telah diterapkan dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan demi “dou labo dana Mbojo” yang kita cintai bersama. (mda).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Di Bima, KLHK-Unhas Kolaborasi Inventarisasi Terumbu Karang Indonesia

PEDOMANRAKYAT, BIMA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Universitas Hasanuddin bekerja sama melaksanakan inventarisasi Terumbu Karang...

Di depan Istana Bima, Syukuran Pahlawan Nasional Sultan Muhammad Salahuddin

PEDOMANRAKYAT, BIMA - Syukuran atas penganugerahan Pahlawan Nasional Sultan Muhammad Salahuddin berlangsung, Sabtu (29/11/2025) malam di halaman Asi...

Harapan Ketua KMBS Saat Pengurus Baru Dilantik

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Pengurus Kerukunan Masyarakat Bima Sulawesi Selatan (KMBS) secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pelantikan dan rapat...

Polda Sulsel Kerahkan Brimob Bantu Jembatan Gantung Lakellu

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyebutkan kehadiran personel Brimob dalam...