PEDOMANRAKYAT – MAKASSAR. Waktu seolah berputar pelan di Swiss Beliin, Panakkukang, Makassar, Jumat (02/01/2026). Di tempat yang dipenuhi kehangatan keluarga, syukuran 50 tahun pernikahan Ir. H. Andi Pananrangi AS dan Dra. Hj. Chaerany MY dirangkaikan dengan syukuran khitanan para cucu, menjadi satu perayaan utuh tentang perjalanan cinta, iman, dan regenerasi keluarga.
Bukan sekadar seremoni, acara ini menjelma ruang refleksi tentang bagaimana sebuah rumah tangga bertahan setengah abad, sekaligus menyambut tumbuhnya generasi penerus dengan doa dan harapan yang sama.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan Kalam Ilahi. Suasana menjadi khidmat ketika Muh. Andi Asyam Nur Idham, cucu tertua, melantunkan Tilawatil Qur’an dengan suara jernih dan penuh penghayatan. Putra dari pasangan Idham Pananrangi dan Rachmi itu seolah menghadirkan pesan bahwa nilai spiritual telah hidup dan diwariskan sejak dini dalam keluarga besar ini.
Lantunan ayat suci itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan terjemahan Al-Qur’an oleh Muh. Althaf Javier Waldhy Basir, cucu kedua tertua, putra dari pasangan Waldhy Ardhy M Basir dan Andi Irshydah Pananrangi. Dua cucu, dua peran, satu pesan: iman menjadi fondasi yang mengikat lintas generasi.

