“Yang pasti, selama tahun 2025 ini, kami tak pernah kehabisan blangko KTP dan tinta, sehingga pelayanan berjalan dengan baik. Sekarang saja blangko masih tersedia untuk satu tahun ke depan. Tentu ini jadi nilai plus bagi kami untuk tetap melayani dengan hati,” imbuhnya.
Kendati demikian, pelayanan Dukcapil bukan tanpa kritikan dari masyarakat. Ia mengungkapkan, beberapa kalangan juga melakukan protes terhadap layanan yang diterima. Hanya saja, pihaknya mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan pendekatan persuasif.
“Pelayanan kami bukan tanpa komplain. Protes-protes juga ada, cuma kita bisa menyelesaikannya dengan cara-cara yang baik dan elegan. Kami menerima semua kritikan dan masukan itu dengan tujuan untuk melakukan perbaikan dari sisi layanan,” terangnya.
Ia juga berharap, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan, segera melakukan perekaman dokumen kependudukan. “Saya imbau kita semua segera meng-update data kependudukannya, utamanya yang telah memenuhi syarat untuk melakukan perekaman,” harapnya.
Mengapa perlu dipercepat perekaman? Kasrum beralasan bahwa apabila dalam satu keluarga ada yang sudah cukup umur atau telah menikah, tetapi belum melakukan perekaman, maka tentunya akan berpengaruh dengan seluruh anggota keluarga lainnya.
“Segeralah melakukan perekaman, karena apabila dalam satu KK ada yang cukup umur atau yang sudah menikah, tetapi belum melakukan perekaman, maka pasti akan berpengaruh ke anggota keluarga yang lainnya karena tidak aktif KK-nya,” jelasnya.
“Memasuki tahun 2026 ini, kami akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dengan memangkas waktu proses penerbitan dokumen serta memperluas integrasi data dengan instansi lainnya, termasuk melakukan inovasi jemput bola,” pungkasnya. (Yustus)

