PEDOMANRAKYAT, GOWA – Minggu pagi, 4 Januari 2026, Lapangan Syech Yusuf Gowa tak hanya dipenuhi langkah kaki, tetapi juga senyum dan sapa yang menghangatkan. Udara pagi yang segar menjadi saksi Gerak Jalan Santai (GJS) IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, sebuah aktivitas sederhana yang menjelma ruang silaturahmi lintas angkatan dan generasi.
Tanpa aba-aba resmi dan tanpa kompetisi, para peserta melangkah dengan ritme masing-masing. Ada yang berjalan beriringan sambil berbincang ringan, ada pula yang memilih menikmati pagi dengan hening, menyelaraskan napas dan langkah. Di sela-sela gerak santai itu, kenangan lama dan cerita baru bertaut, seolah jarak waktu yang memisahkan kembali dipendekkan.
Koordinator GJS, Rizal Damis, menyebut kegiatan ini bukan sekadar olahraga rutin.
“Gerak jalan santai ini kami niatkan sebagai ikhtiar menjaga kesehatan jasmani sekaligus merawat kesehatan batin. Tubuh kita bergerak, tetapi yang lebih penting, hubungan antarsesama ikut hidup,” ujarnya.
Menurut Rizal, berjalan bersama memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membakar kalori. Langkah-langkah kecil yang diayunkan secara konsisten menjadi simbol kebersamaan dan kesetaraan. Tak ada yang berjalan paling depan atau paling belakang; semua bergerak bersama, saling menunggu, saling menyapa.

