Mengenyangkan Silaturahmi di Meja yang Sama

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Waktu berjalan dengan caranya sendiri. Ia memisahkan manusia melalui jarak, kesibukan, dan usia, tetapi selalu menyediakan ruang kecil bagi mereka yang ingin kembali. Ahad siang, 4 Februari 2026, ruang itu bernama Hana Resto Myka Hotel Mall Panakkukang, Makassar. Di sanalah anak modul PPSP IKIP Ujung Pandang berkumpul, menyusun kembali potongan-potongan kenangan yang pernah hidup bersama.

Sekitar tiga puluh orang hadir, lintas generasi, lintas angkatan—dari alumni pertama tahun 1975 hingga angkatan 1988. Rambut yang dahulu hitam kini sebagian memutih, suara yang dulu lantang kini lebih tenang. Namun satu hal tak berubah: rasa persaudaraan yang tumbuh dari perjalanan panjang sebagai sesama pencari ilmu.

Silaturahmi ini diinisiasi dan disponsori oleh Hj. Helmy Wahid. Dalam kesederhanaan niatnya, ada keyakinan bahwa pertemuan bukan sekadar peristiwa sosial, melainkan ibadah yang menghadirkan keberkahan. Agama mengajarkan, silaturahmi bukan hanya tentang bertemu, tetapi tentang membuka pintu rahmat—melapangkan rezeki dan memanjangkan usia, sebagaimana janji-Nya.

Di hadapan mereka, hidangan tersaji dengan konsep All You Can Eat. Satu harga, satu niat, dan kebebasan untuk menikmati. Tak ada perhitungan porsi, tak ada kecanggungan untuk menambah. Semuanya mengalir sebagaimana seharusnya sebuah kebersamaan: cukup, nyaman, dan tidak berlebihan.

Konsep All You Can Eat sejatinya sederhana. Bayar sekali, lalu makan sepuasnya, dalam batas waktu dan aturan agar tak ada yang terbuang sia-sia. Di sana, kenikmatan bersanding dengan tanggung jawab. Barangkali di situlah pelajaran kecil yang tersembunyi: hidup pun seharusnya demikian—dinikmati dengan rasa syukur, dijaga agar tak jatuh pada pemborosan.

Di sela-sela suapan, cerita lama mengalir. Tentang masa belajar, tentang idealisme muda, tentang jalan hidup yang kini berbeda-beda. Ada tawa yang meledak tiba-tiba, ada jeda hening ketika nama sahabat yang telah tiada disebutkan. Pada momen seperti itu, silaturahmi menjelma doa—diam-diam, dalam hati masing-masing.

Baca juga :  Bentuk Empati, Bhabinkamtibmas Mampu Melayat ke Rumah Warganya yang Berduka

All You Can Eat bukan tentang makan sebanyak-banyaknya. Ia tentang kebebasan memilih, tentang menikmati tanpa rasa takut kekurangan. Begitu pula silaturahmi. Ia memberi ruang bagi setiap orang untuk hadir apa adanya, membawa cerita dan luka masing-masing, tanpa harus merasa lebih atau kurang.

Siang itu, yang benar-benar mengenyangkan bukan hanya perut, melainkan jiwa. Sebab manusia sesungguhnya lapar akan perjumpaan, akan didengar, akan diingat. Dan di meja makan yang sama, di awal tahun yang baru ( 2026 ), mereka menemukan kembali rasa cukup itu.

Ketika acara usai, para hadirin pulang dengan langkah yang lebih ringan. Bukan karena hidangan yang melimpah, melainkan karena silaturahmi telah kembali mengingatkan: bahwa hidup, seperti jamuan, akan terasa nikmat bila dijalani bersama—dengan syukur, dengan kebersamaan, dan dengan niat baik. ( Ardhy M Basir )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Cegah Banjir dan Bangun Kepedulian, Koramil 1408-10/Panakkukang-Manggala Gelar Karya Bakti Lingkungan

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Koramil 1408-10/Panakkukang-Manggala kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat...

Ketum KONI Pusat Lantik Pengurus Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia

PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR,- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman melantik Pengurus Besar Persatuan Sepak...

Ruang Guru yang Disambut Senyum dan Prestasi

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Selasa pagi, 6 Januari 2026, suasana di UPT-SPF SDN Kompleks Sambung Jawa, Makassar, terasa berbeda....

Pimpin Rapat Staf, Camat Tomoni Timur Tekankan Peningkatan Kinerja 2026

PEDOMANRAKYAT, TOMONI TIMUR — Camat Tomoni Timur, Yulius, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja aparatur kecamatan pada tahun 2026. Penegasan...